Kejurda MMA DIY 2026 Jadi Ajang Cetak Atlet Potensial
Kejurda IBCA-MMA DIY 2026 di Jogja jadi ajang pembinaan atlet muda dan pencarian bibit potensial menuju level profesional
Suasana kawasan Malioboro tanpa adanya PKL, pada Rabu (9/2/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Kawasan sepanjang Jalur Pedestrian Malioboro dipastikan sudah bersih dari keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Semua PKL yang terdata telah pindah di Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Rabu (9/2/2022) dari ujung utara Jalan Malioboro hingga selatan tidak ditemukan PKL baik di sisi barat maupun timur. Aktivitas transaksional di jalur pedestrian yang tampak hanya berupa skuter listrik yang masih disewakan di kawasan tersebut.
Dengan tidak adanya PKL, kini Malioboro lebih banyak ruang bagi wisatawan untuk sekadar jalan-jalan. Wisatawan bisa leluasa melewati teras pertokoan maupun jalur pedestrian tanpa adanya PKL. Selain itu konsentrasi wisatawan saat ini terpecah, tidak hanya berada di jalur pedestrian, namun mereka banyak yang berada di Teras Malioboro 1 maupun 2.
BACA JUGA: Konflik Tambang Wadas Pecah! Ini Kaitan Bendungan Bener dengan Jogja
Kondisi ini berpengaruh terhadap tempat parkir di sekitar Teras Malioboro. Kawasan Jalan Pabringan atau selatan Pasar Beringharjo tampah penuhi sepeda motor kiri dan kanan jalan. Lokasi ini hanya beberapa meter dari Teras Malioboro 1.
Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmat menegaskan per Selasa (8/2/2022), sudah tidak ada barang milik PKL yang berada di sepanjang Jalan Malioboro. Para PKL secara persuasif memindahkan sendiri barang-barang mereka ke tempatnya yang baru.
“Secara umum sudah bersih, tidak ada PKL lagi di Jalur Pedestrian Malioboro. Mereka telah pindah ke Teras Malioboro,” katanya, Rabu (9/2/2022).
Meski demikian Satpol PP masih terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya PKL liar yang tidak terdata di paguyuban nekat berjualan di Jalur Pedestrian. Semua PKL sudah sepakat tidak ada yang jualan di sepanjang Malioboro. Bahkan telah disepakati tidak boleh berjualan di sirip Malioboro dengan jarak 10 meter.
“Cuma di Kemantren Gedongtengen tidak bisa 10 meter karena kalau 10 meter berada di depan rumah orang, sehingga dengan kesepakatan Mantri Pamong Praja dan PKL di Dagen dan Sosrowijayan hanya 3 meter,” katanya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan proses pemindahan PKL Malioboro ke dua tempat baru berjalan lancar. Sebagian besar PKL mendukung untuk berpindah. Kondisinya pun kini sudah mulai membaik karena dari hasil pantauan tergolong ramai pengunjung.
“Melalui dinas terkait dan kolaborasi dengan kota tentu kami memberikan pendampingan, termasuk upaya promosi informasi kepada wisatawan terkait tempat baru Teras Malioboro,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejurda IBCA-MMA DIY 2026 di Jogja jadi ajang pembinaan atlet muda dan pencarian bibit potensial menuju level profesional
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.