Hasil PSIM Jogja vs Madura United: Skor 2-1
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di Bantul. Hasil ini membuat Persis Solo masih punya peluang lolos dari degradasi Liga 1.
Seorang pembeli hendak mencari minyak goreng di Superindo yang beralamat di Jalan Urip Sumoharjo, Gondokusuman, Jogja, Senin (21/2/2022)-Harian Jogja/Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY menyatakan belum mampu menemukan formulasi untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng. Operasi pasar di sejumlah tempat di DIY sudah dilakukan, namun faktanya kelangkaan masih terjadi. Kondisi ini dikhawatirkan merembet ke komoditas lain seiring akan datangnya Bulan Ramadan.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan berdasarkan pemantauan TPID DIY, memang kondisi distribusi minyak goreng saat ini masih belum kondusif, alias masih ada kelangkaan di pasar. Meski operasi pasar telah dilakukan di beberapa lokasi dengan menyasar secara langsung kepada konsumen di level kecamatan. Tetapi, langkah itu masih belum bisa mengatasi permasalahan kelangkaan.
“Karena di DIY sendiri produksi minyak goreng tidak ada. Sehingga distribusi dari produsen yang dipantau oleh teman-teman yang dipimpin pemantau pusat itu sangat berpengaruh terhadap kondisi di daerah. Kita belum bisa menemukan rumusan bagaimana supaya ketersediaan itu muncul,” katanya di Kompleks Kepatihan, Jumat (3/4/2022).
BACA JUGA: Kiai Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Kulonprogo Resmi Jadi Terdakwa
Ia menambahkan, DIY sangat tergantung dengan stok pusat. Sehingga terus diupayakan agar mendapatkan stok tambahan. Namun untuk mendapatkan stok tersebut memang tidak mudah, apalagi di DIY tidak ada produsen minyak goreng.
“Sebenarnya ini yang target utama harga sesuai dengan ketentuan tetapi kalau itu belum bisa kita dapat, harapannya stoknya ada dulu. Orang mencari itu masih dapat walau pun harga agak naik. Ini tahapan kita sekarang memenuhi stok dulu. Baru kemudian kita bicara soal harga,” ujarnya.
Aji mengkhawatirkan kelangkaan minyak goreng ini juga merembet ke komoditas lainnya saat jelang Ramadan. Jika hal ini terjadi tentu akan menjadi masalah besar terkait rantai distribusi bahan pangan, karena saat Ramadan hingga Idul Fitri kebutuhan pangan biasanya meningkat.
“Tentu yang harus dilakukan adalah mencoba mengantisipasi untuk komoditas lain jangan sampai langka seperti minyak goreng. Karena kalau komoditas lain mengikuti kondisi minyak goreng tentu akan ada persoalan lebih besar di masyarakat karena kebutuhan puasa dan Idul Fitri,” ucapnya.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan DIY Yanto Apr menyatakan operasi pasar rencananya akan digelar lagi di Bantul dalam waktu dekat ini. Jika dilihat dari perhitungan, sebenarnya kebutuhan minyak goreng di DIY sudah tergolong cukup. Akan tetapi kelangkaan yang terjadi saat ini lebih banyak disebabkan karena masyarakat yang panik sehingga memborong barang tersebut ketika tersedia di toko maupun super market.
“Kalau penimbunan, sampai saat ini kami belum menemukan penimbun. Setiap distribusi kami lakukan pemeriksaan. Selain itu untuk tactic tying juga kami tertibkan jadi setiap penjualan minyak goreng tidak boleh ada syarat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di Bantul. Hasil ini membuat Persis Solo masih punya peluang lolos dari degradasi Liga 1.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.