WJNC 2026 Diperluas Jadi Festival Sepekan, Libatkan 14 Kemantren
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
Suasana diskusi kelompok terpumpun yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol DIY untuk menciptakan situasi kondusif menjelang penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada, Rabu (16/3/2022). (Harian Jogja/Yosef Leon)
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY meminta partai politik (parpol) dan penyelenggara Pemilu di wilayahnya untuk ikut berpartisipasi dalam mewujudkan Pemilu yang aman, tenteram dan kondusif.
Hal itu disampaikan dalam diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) bersama sejumlah parpol, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun instansi terkait lainnya pada Rabu (16/3).
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol DIY, Slamet menyampaikan sejumlah daerah kabupaten dan kota di wilayah DIY akan melaksanakan hajatan Pilkada dalam waktu dekat. Sementara, tahapan penyelenggaraan Pemilu juga akan berlangsung. Untuk itu, sejumlah persiapan tengah dilakukan termasuk berdialog dengan instansi penyelenggara pemilu dan juga parpol.
Menurut Slamet, dalam hajatan Pikada dan Pemilu kerap kali terdapat insiden-insiden yang mewarnai perhelatan demokrasi di wilayah setempat. Gesekan antar kader maupun simpatisan parpol masih ditemui saat ajang kampanye maupun agenda partai. Oleh karenanya, Badan Kesbangpol berharap agar diskusi tersebut bisa menjadi permulaan dalam menyatukan persepsi setiap pihak untuk mewujudkan penyelenggaraan demokrasi yang sehat.
"Harapan kami pelaksanaan Pemilu dan Pilkada sampai dengan selesai di DIY bisa kondusif dan semua pihak bisa menciptakan suasana yang aman, damai dan tenteram," kata Slamet.
Diskusi tersebut diikuti oleh sejumlah parpol baik yang mempunyai kursi di DPRD maupun parpol yang telah berbentuk badan hukum setelah melakukan pendaftaran ke Kementerian Hukum dan HAM.
Ke depan, Slamet menambahkan bahwa pihaknya juga akan mendata sejumlah parpol lain yang masih melakukan proses pendaftaran untuk membentuk badan hukum. Hal ini demi memastikan bahwa, segenap pihak bisa berperan dalam memastikan penyelenggaraan pemilihan yang kondusif.
Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono mengatakan, pihaknya akan meningkatkan upaya sosialisasi guna mencegah dan mengantisipasi pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilihan nanti. Sosialisasi tentunya akan disesuaikan dengan tingkat usia dan kategori pemilih maupun parpol peserta Pemilu.
Sementara, Komisioner KPU DIY, Zaenuri Ikhsan mengklaim bahwa petugas internal KPU akan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku. Netralitas dan independensi dipastikan akan jadi pedoman setiap pihak dalam memastikan penyelenggaraan pemilihan yang berasas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
Prabowo resmi umumkan proyek Giant Sea Wall sepanjang 575 km dari Banten-Gresik. Butuh waktu 15-20 tahun, lindungi 50 juta warga. Indonesia belajar dari Belanda
Elkan Baggott resmi masuk skuad Millwall untuk Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia akan mengenakan nomor punggung 12 usai direkrut dari Ipswich Town.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino
Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk FYP (For Your People) di TBY, Kota Jogja, yang telah dibuka pada Jumat (14/8/2026) sore hingga 23 Agustus mendatang