Penghuni Selter Covid-19 di Kota Jogja Menurun Drastis

Yosef Leon
Yosef Leon Selasa, 22 Maret 2022 14:17 WIB
Penghuni Selter Covid-19 di Kota Jogja Menurun Drastis

Ilustrasi selter covid-19Ist

Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja melaporkan jumlah penghuni selter pasien Covid-19 yang berada di Rusunawa Bener, Tegalrejo menurun drastis seiring dengan melandainya penyebaran kasus di wilayah setempat. Per Senin (21/3/2022), hanya ada 10 pasien yang tercatat menjalani isolasi mandiri (isoman) di tempat itu.

"Sekarang kondisinya lebih banyak petugas dari pada pasien. Hanya ada 10 pasien yang sekarang tercatat dari kapasitas 84," kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Kota Jogja, Okto Heru Santosa, Selasa (22/3/2022).

Okto menjelaskan, tren penularan Covid-19 di wilayahnya ini sudah terlihat sejak akhir Februari sampai dengan awal Maret ini. Hal ini tentunya berdampak pada tingkat keterisian selter yang dioperasikan. Pihaknya optimistis bahwa kondisi ini akan tetap berlangsung jika masyarakat tetap mendukung upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Sementara, kondisi puncak kasus gelombang ketiga disebut terjadi pada pekan kedua dan ketiga Februari lalu. Pada rentang periode itu, Satgas Covid-19 setempat bahkan memutuskan untuk membuka tower dua selter Bener dengan kapasitas yang sama karena jumlah pasien Covid-19 melonjak dan kondisi tower satu yang penuh.

Baca juga: Delegasi G20 Bahas Isu Pengelolaan Air di Jogja

"Yang tower dua itu maksimum terisi itu dua lantai yang lantai 3 dan 2. Bahkan yang tower satu sempat mengantre sebanyak 29 orang," ujar dia.

Okto menambahkan, meski jumlah kasus Covid-19 sudah melandai namun upaya pelacakan dan pengetesan tetap dimaksimalkan oleh petugas. Pihaknya menggunakan skema pasif dan aktif dalam menjalankan pelacakan dan pengetesan kepada pasien terkonfirmasi Covid-19.

"Kami pasif kalau ada laporan dan aktif dalam menindaklanjuti. Misalnya ada orang yang positif kemudian petugas menelusuri data kontak erat dan lain sebagainya lewat form pelacakan, dari sana akan dilihat seminggu terakhir ketemu siapa dan kondisinya bagaimana dalam ruang tertutup atau luar. Akhirnya bisa diputuskan intervensinya," katanya.

Kepala Dinkes Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menyebut, penurunan kasus Covid-19 mesti pula diikuti dengan penegakan protokol kesehatan yang optimal di masyarakat. Pihaknya meminta agar upaya penanganan Covid-19 dilakukan oleh semua pihak, meski saat ini DIY dan Kota Jogja telah turun menjadi PPKM level 3.

"Apalagi menjelang memasuki masa puasa, kewaspadaan masyarakat untuk menegakkan prokes diharapkan semakin kuat dan mobilitas tetap dijaga," kata Emma.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online