Waspada! Katarak Kini Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Irwansyah Putra
Harianjogja.com, JOGJA--Tingkat keterisian selter penanganan COVID-19 di Kota Jogja mengalami penurunan signifikan, bahkan salah satu selter kondisinya kosong, karena tidak ada pasien yang dirawat selama sepekan terakhir.
“Kondisi selter penanganan COVID-19 sudah tidak lagi dipenuhi pasien yang membutuhkan isolasi. Keterisiannya sudah sangat rendah,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa (7/9/2021).
Menurut dia, Selter Tegalrejo Yogyakarta yang memiliki kapasitas 42 kamar dengan 84 tempat tidur tersebut hanya merawat pasien yang ditempatkan di dua kamar. Sedangkan Selter Gemawang sudah kosong selama sepekan terakhir.
“Harapannya, kasus COVID-19 di Yogyakarta bisa terkendali dan terus menunjukkan tren penurunan yang sudah terlihat dalam dua pekan terakhir ini,” katanya.
BACA JUGA: Puluhan Warga Seyegan Gelar Musyawarah Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen
Selain di selter, kata Heroe, masih ada beberapa pasien COVID-19 yang menjalani isolasi di rumah.
Penanganan di tingkat RT atau mikro pun disesuaikan dengan status zona risiko penularan di wilayah.
Jika di suatu RT ada warga yang terkonfirmasi positif COVID-19, Posko PPKM RT setempat diminta untuk segera melakukan penanganan dengan melakukan pembatasan mobilitas warga.
“Dilakukan penyekatan-penyekatan supaya mobilitas warga di wilayah tersebut terkontrol, sehingga menekan potensi penularan kasus,” katanya.
Pada pekan ini, lanjut Heroe, sekitar 93 persen RT di Kota Yogyakarta berada dalam zona hijau atau tidak ada temuan kasus positif di wilayah tersebut.
“Kondisi ini hampir sama seperti pada Mei dan Juni. Pada saat itu, RT dengan zona hijau mencapai 94 persen,” kata Heroe yang memastikan tidak ada RT yang masuk zona merah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.