DPRD Gunungkidul Siapkan Net dan Bola Voli untuk Masyarakat
DPRD Gunungkidul menyiapkan bantuan sarana olahraga untuk masyarakat. Net dan bola voli masuk APBD Perubahan 2026.
Pemandangan Pantai Kukup dari kejauhan yang terlihat dari bibir Pantai Mesra, Gunungkidul./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemerintah Pusat mengizinkan masyarakat untuk mudik di perayaan Hari Raya Idulfitri tahun ini. Pelaku wisata di Gunungkidul menyambut baik kebijakan itu karena sebagai upaya pemulihan perekonomian yang terdampak pandemi.
Pengelola Snorkeling di Pantai Nglambor, Kalurahan Purwodadi, Tepus, Aditya Putra Tama mengaku senang dengan kebijakan diperbolehkannya mudik Lebaran tahun ini. Menurut dia, kabar itu menjadi angin segar bagi para pelaku wisata karena sejak dua tahun terakhir yang bersamaan masa pandemi, kegiatan pulang kampung dilarang.
“Alhamdulillah dan ini menjadi kabar yang baik bagi kami karan saat libur Lebaran wisata bisa tetap tumbuh,” kata Adit kepada wartawan, Jumat (25/3/2022).
Menurut dia, selama pandemi corona, sektor wisata ikut terkena dampaknya. Beberapa kali destinasi wisata ditutup dengan dalih untuk mengurangi risiko penularan virus.
“Sekarang sudah mulai bangkit dan mudah-mudahan dengan momen mudik bisa memacu perekonomian agar kembali normal lagi,” katanya.
Baca juga: Masyarakat Boleh Mudik Lebaran, Ini Syaratnya
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Ketua Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul Sunyoto. Menurut dia, dengan diperbolehkannya mudik akan berdampak terhadap sektor wisata karena mobilitas masyarakat akan meningkat saat libur lebaran nantinya.
Diperkirakan ribuan warga Gunungkidul yang ada di perantauan akan mudik dan biasanya akan membanjiri lokasi wisata yang ada. “Mobilitas akan berjalan baik, dan itu berbanding lurus dengan tingkat kunjungan ke destinasi wisata,” kata Sunyoto.
Meski demikian, ia berharap jika nantinya pemudik atau pengunjung di kawasan wisata untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Imbauan tersebut sebagai upaya mencegah dan memutus penyebaran Covid-19. “Tidak boleh abai agar tidak terjadi kasus penularan corona di area wisata,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Mohammad Arif Aldian mengatakan, jelang Lebaran nantinya ada rapat koordinasi untuk menyambut wisatawan. Namun demikian, pihaknya masih akan menunggu kebijakan pusat seperti apa nantinya.
“Kita selalu tekankan kepada pelaku wisata dan wisatawan untuk memperhatikan protokol kesehatan,” kata Arif.
Menurut dia, selama ini kegiatan wisata berjalan dengan baik. Selain itu, guna mendukung penerapan protokol kesehatan, juga telah disiapkan sarana cuci tangan di area wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul menyiapkan bantuan sarana olahraga untuk masyarakat. Net dan bola voli masuk APBD Perubahan 2026.
Kebakaran lahan seluas sekitar 4 hektare terjadi di sejumlah titik wilayah Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul
Suzuki GSX250R-F terbaru hadir dengan mesin VVL 29,2 PS, desain agresif, panel TFT, ABS Bosch, dan harga sekitar Rp50,2 juta.
SK Hynix membahas skema bonus karyawan dengan 60% dibayar saham dan 40% tunai, seiring lonjakan bisnis chip untuk kebutuhan AI.
Roberto Carlos membantah rumor dirinya menjadi mualaf setelah menikahi perempuan asal Maroko. Ia menegaskan sangat menghormati Islam.
Program tersebut menjadi ruang edukasi bagi pasangan suami istri, khususnya untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam kehamilan hingga program Keluarga Berenca