Jadwal Kereta Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 20 Mei 2026
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ilustrasi jalan tol./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berencana membangun pusat pemberhentian kendaraan di luar area pintu keluar masuk Tol Jogja Solo, Tol Jogja Bawen, dan Tol Jogja Bandara YIA. Pemerintah Pusat menyiapkan setidaknya tujuh titik keluar masuk tol yang melintasi provinsi ini dan DIY berusaha menego penentuan titik keluar masuk tol.
BACA JUGA: 3 Bulan, Ganasnya Ombak Pantai Glagah Menelan 2 Keluarga, Kakak Adik Selalu Jadi Korban
Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono mengatakan titik keluar masuk Tol Jogja Solo, Tol Jogja Bawen, maupun Tol Jogja Bandara YIA Pemerintah Pusat. Namun, DIY memiliki kesempatan untuk mengusulkan lokasi agar wilayah sekitar tol tersebut tidak sekadar dilewati.
“Kami bargaining, minta ada titik ke sini, ada titik ke sana. Supaya area sekitarnya tidak berhenti atau mandek atau bahkan hanya kelewatan tol. Karena pengalaman di berbagai daerah, ketika dibangun tol, masyarakatnya hanya kelewatan,” katanya, Minggu (27/3/2022).
Pusat pemberhentian kendaraan di area keluar masuk tol akan menampung pelaku UMKM lokal DIY sekaligus sebagai tempat pemberhentian lalu lintas agar tidak langsung masuk ke Kota Jogja sehingga menimbulkan kemacetan.
Sebelum ada tol saja. Kota Jogja sudah macet saat akhir pekan dan libur panjang. Kondisi ini akan semakin parah apabila keberadaan tol tidak diantisipasi.
“Begitu kendaraan dari tol masuk ke Kota Jogja, pasti crowded sekali nanti. Jogja tidak didesain sebagai kota metropolis dengan jalan lebar. Park and ride juga akan di desain di beberapa lokasi, seperti yang ada di Gamping itu nanti akan ditingkatkan lagi kapasitasnya,” katanya.
Beny mengatakan lahan seluas sekitar 9 hektare sudah disiapkan untuk membangun pusat pemberhentian kendaraan. Lokasi itu tidak harus dekat dengan titik keluar masuk tol mengingat keterbatasan lahan di wilayah DIY. Pemda akan menentukan apa saja yang boleh dibangun di sekitar kawasan keluar masuk tersebut.
“Lokasi itu tidak harus tepat betul di titik in out tersebut, nanti menyesuaikan karena lahan di Jogja ini bisa dibilang terbatas. Mungkin agak geser sedikit sehingga diperlukan jalan penghubung,” katanya.
Kemungkinan ada tujuh titik keluar masuk tol di wilayah DIY. Pemda DIY akan mencermati titik-titik tersebut untuk dapat menangkap peluang pengembangan ekonomi.
BACA JUGA: Resmi, Tol Jogja Bawen Mulai Dibangun di Tirtoadi pada 30 Maret
Ia menegaskan DIY sudah mulai mempersiapkan membangun pusat pengembangan ekonomi kawasan untuk menangkap peluang semakin banyaknya arus yang akan masuk ke Jogja lewat tol.
“Nanti kalau sudah ada tol, tiba-tiba pintu keluarnya itu hanya jalan [setingkat] kabupaten kan kurang maksimal. Kami berusaha menangkap peluang yang saat ini sedang disusun bersama. Prinsipnya akan menyesuaikan, kalau di titik elevated [melayang] dan at grade [di tanah] peluangnya berbeda,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.
Operasi gabungan di Bantul mengamankan 2.060 batang rokok ilegal tanpa pita cukai di Pleret dan Banguntapan.
Komisi Yudisial memantau sidang dugaan pembunuhan mahasiswi di Pantai Nipah, NTB, untuk memastikan hakim menjalankan kode etik.