Kasus GMS Bantul, 31 Saksi Diperiksa, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Masyarakat berkegiatan di sekitar Kampung Ramadhan Jogokariyan, Selasa (13/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Keberadaan pasar sore atau pasar tumpah yang sering ramai saat Ramadan menjadi perhatian pemerintah di Kota Jogja.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan pemerintah tengah menata aturan mengenai aktivitas pasar sore. Ketertiban dalam penerapan prokes menjadi sorotan Haryadi selama pasar sore digelar.
"Ini juga sedang kami tata segala sesuatunya. Yang jelas adalah begini, kerumunannya ini yang membahayakan. Itu, yang berbahaya di situ," kata Haryadi pada Rabu (30/3/2022).
Terlebih masih ada warga yang tidak taat prokes seperti tidak memakai masker saat berkumpul di keramaian.
BACA JUGA: Jatuh ke Laut, Pencari Kelelawar di Gunungukidul Ditemukan Meninggal Dunia
Salah satu pasar sore Ramadan yang ramai di Jogja ialah pasar sore di kawasan Jogokariyan, Mantrijeron. Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir menuturkan aktivitas Kampung Ramadhan Jogokariyan (KRJ) akan digelar tahun ini. Sebanyak 350 stan akan menyemarakkan KRJ selama Ramadan.
Dalam pelaksanaannya nanti, Jazir mengatakan bila pelaksanaan prokes akan diupayakan. "Insyallah diusahakan prokes," katanya.
Kepala Satpol PP Jogja, Agus Winarto mengatakan keramaian masyarakat akan dikoordinasikan dengan para Mantri Pamong Praja di Kemantren masing-masing.
"Untuk keramaian pasti nanti akan ada koordinasi dengan para Mantri Pamong Praja di wilayah masing-masing dan kita, Satpol PP akan ikut mengawal tentunya sesuai dengan kesepakatan pengaturan di masing-masing Kemantren," tegasnya.
Ketua Umum MUI DIY, KH. Machasin juga menambahkan, aktivitas pasar sore harus menegakkan prokes. "Ya tetap seperti itu, pakai masker, kalau berdesak-desakan ya minggir, seperti itu upayanya," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2C Sleman-Gamping sepanjang 7,96 km resmi dimulai, exit tol direncanakan di Ambarketawang.
IHSG berpeluang lanjut menguat dan uji level 6.000, didorong sentimen IPO dan global yang membaik.
Sebanyak 33 kebakaran terjadi di Jogja Januari–Juni 2026, mayoritas dipicu korsleting listrik di permukiman padat.
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Kecelakaan maut di Jalan Nagung-Brosot Kulonprogo, pengendara motor tewas setelah terpental ke sungai.