RS PKU Muhammadiyah Jogja Gelar Simulasi Kebakaran, Ini Tujuannya
RS PKU Muhammadiyah Jogja menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dampak kebakaran. Latihan melibatkan Damkar, BPBD DIY, dan MDMC.
Kegiatan vaksinasi booster yang digelar Kodim 0732/Sleman bersama ritel Alfamidi kembali menggelar vaksinasi Covid-19, Kamis (31/3/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk menaikkan capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster, Kodim 0732/Sleman bersama ritel Alfamidi kembali menggelar vaksinasi Covid-19, Kamis (31/3/2022). Selain booster, kegiatan vaksinasi tersebut menyasar warga untuk vaksinasi dosis pertama dan kedua.
"Kami bekerjasama dengan Tim Kesehatan Kodim Sleman untuk pemberian vaksinasi booster bagi masyarakat. Ada sekitar 600 sampai 1.000 vaksin yang dimanfaatkan karyawan maupun masyarakat," katanya di sela kegiatan.
Kegiatan vaksinasi booster itu diikuti antara 200-300 karyawan ritel tersebut. Selain itu, sejumlah warga juga memanfaatkan fasilitas serupa. Baik untuk vaksin dosis pertama kedua dan sebagian melakukan booster. "Saat ini, sekitar 60% karyawan kami sudah menerima vaksinasi booster," jawabnya.
Aksi tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat mendukung peningkatan capaian kekebalan masyarakat (herd immunity) terhadap Covid-19. Apalagi mendekati Ramadan dan mudik Lebaran, pemerintah mensyaratkan vaksinasi booster sebagai syarat untuk mudik.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Bantul Masih Jauh dari Harapan
“Alhamdulillah selama pandemi Covid-19, karyawan tidak ada yang menderita gejala berat. Kami tetap menerapkan protokol kesehatan ketat," katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Khamidah Yuliati mengatakan capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster, baru mencapai 23% pada 27 Maret lalu. Yuli menjelaskan, ada sejumlah hal yang menyebabkan masih rendahnya capaian vaksinasi booster di Sleman. Pertama, warga masih beranggapan pemberian vaksinasi dosis ketiga tersebut tidak memiliki konsekuensi apapun. "Karena warga merasa booster tidak sebagai syarat tertentu," katanya.
Kondisi tersebut berbeda saat pelaksanaan vaksinasi pertama dan kedua yang menjadi syarat wajib untuk bepergian. Selain itu, lanjut Yuli, ada sebagian warga yang masih beranggapan pemberian vaksinasi booster tidak diwajibkan atau bersifat pilihan. "Penyebab terakhir, bisa jadi karena warga baru selesai terpapar Covid-19," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RS PKU Muhammadiyah Jogja menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan dampak kebakaran. Latihan melibatkan Damkar, BPBD DIY, dan MDMC.
UNY menyiapkan tiga skema bantuan UKT bagi mahasiswa terdampak gempa NTT, mulai penundaan, pengurangan hingga pembebasan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyiapkan enam helikopter ambulans udara untuk menangani pasien gawat darurat di daerah terisolasi dan wilayah 3T.
Kementerian Haji dan Umrah menyerahkan 34 kasus haji dan umrah ke Bareskrim Polri. Sebanyak 137 laporan tercatat dalam register aduan.
Nilai JDIH Kalurahan Sleman dalam JDIH Award 2026 terpaut 23 poin. Pemkab mendorong pemerataan akses informasi hukum bagi warga.
Ketua DPRD Kulonprogo Aris Syarifudin menilai kemerdekaan harus diwujudkan lewat kesejahteraan, pekerjaan layak, dan harga pangan terjangkau.