Kera Liar Masuk Rumah Warga Sragen, Damkar Turun Tangan
Kera liar masuk rumah warga Sragen dan merusak perabot. Damkar evakuasi dalam 20 menit, langsung diserahkan ke BKSDA.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus berupaya mengendalikan laju penularan COVID-19, salah satunya dengan layanan vaksinasi penguat atau booster reguler yang dapat di akses masyarakat di setiap puskesmas.
"Selain itu vaksinasi penguat reguler juga dapat diakses masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah [RSUD] Sleman dan RSUD Prambanan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama di Sleman, Rabu (2/3/2022).
Menurut dia, masyarakat yang dapat mengakses vaksinasi penguat adalah usia 18 tahun ke atas dan lansia yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua, minimal tiga bulan sebelumnya.
"Jadi saat ini ada kemudahan, jika sebelumnya vaksinasi penguat diberikan kepada mereka yang sudah vaksinasi dosis kedua dengan jarak enam bulan, maka saat ini jarak tiga bulan sudah boleh vaksinasi penguat," katanya.
Ia mengatakan, masyarakat juga bisa mendapatkan vaksinasi penguat secara massal di sentra-sentra vaksinasi yang diselenggarakan instansi maupun pihak berwenang.
BACA JUGA: Warga Terdampak Tol Jogja-Bawen Bisa Memanfaatkan Sisa Bangunan dan Tanaman
"Saat ini sarana dan prasarana vaksin di Sleman telah siap, sehingga masyarakat tinggal datang ke sentra vaksinasi di setiap kepanewon atau kecamatan," katanya.
Cahya mengatakan, guna mengoptimalkan capaian vaksinasi, pihaknya juga meminta adanya koordinasi antara pihak kelurahan dan puskesmas di masing-masing wilayah dan pemerintah kapanewon untuk melakukan pendataan, sehingga stok vaksinasi bisa disesuaikan dengan jumlah peserta yang telah didata.
"Langkah ini dilakukan agar vaksin tersalurkan sesuai target, karena dari pengalaman yang sudah, tidak sedikit yang kejadian jumlah penerima tak sesuai target sasaran vaksin. Jangan sampai nanti kita target 1.000 yang datang hanya 100 atau di bawah 100 orang, agar bisa mencapai target, mestinya memang harus by name," katanya.
Ia mengatakan, untuk mencapai target ini maka masyarakat bisa melapor ke kader kesehatan di setiap RT dan RW untuk mengetahui jumlah yang belum divaksin, baik dosis pertama, dosis kedua, termasuk yang belum vaksin penguat.
"Data dari laporan ini kemudian diteruskan ke tingkat kelurahan. Puskesmas juga akan mengolah data yang masuk, kemudian masuk ke Dinas Kesehatan Sleman.
"Kami bersama satgas COVID-19 akan bergerak cepat untuk pemberian fasilitas vaksinasi penguat bagi kelurahan yang dinilai telah siap," katanya.
Menurut dia, untuk capaian vaksinasi penguat secara keseluruhan di Kabupaten Sleman hingga saat ini baru mencapai 11,23 persen.
"Sementara untuk dosis pertama telah mencapai 99,3 persen dan dosis kedua mencapai 91,7 persen. Vaksinasi anak dosis pertama telah mencapai 95 persen, dan dosis kedua mencapai 91 persen, dan vaksinasi lansia untuk penguat sudah 19 persen, dosis satu 84,2 persen dan dosis dua 77,7 persen," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kera liar masuk rumah warga Sragen dan merusak perabot. Damkar evakuasi dalam 20 menit, langsung diserahkan ke BKSDA.
Media Korea menyebut Shin Tae-yong berpeluang melatih Persija. Negosiasi disebut sudah berjalan sejak April 2026.
Timnas Indonesia kalahkan Oman 3-0 di GBK, akhiri puasa kemenangan 38 tahun. Hubner, Romeny, dan Oratmangoen jadi pahlawan.
Industri minuman kemasan tetap tumbuh di tengah pelemahan rupiah dan tekanan ekonomi global. Pelaku usaha minta regulasi adaptif dan investasi dijaga.
Presiden Prabowo disebut memantau kasus korupsi Imigrasi. KPK ungkap dugaan pemerasan hingga Rp145,5 miliar. Selain Imigrasi, kasus BGN juga disorot Prabowo.
Galaxy S26 Series hadir dengan fitur AI canggih seperti Now Brief, Call Screening, dan Document Scan untuk tingkatkan produktivitas harian.