Jelang Iduladha, Permintaan Kambing di Bantul Diprediksi Meningkat
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Pengendara melintas di depan toko yang bercat merah di kawasan Malioboro, Kamis (7/4/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofis DIY meminta pengelola yang mengecat bangunan toko beserta fasad di kawasan Malioboro berwarna merah untuk mengembalikan warna bangunan seperti kesepakatan awal yakni berwarna putih.
BACA JUGA: Gagal Paham, Milenial Mengira Pakiwan adalah Pemilik Toilet di Gunungkidul, padahal Artinya Ini
Pengecatan toko menjadi warna merah karena kesalahpahaman dari pengelola.
Kepala Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofis DIY Dwi Agung Hernanto mengatakan telah mengetahui sebuah toko yang dicat merah di kawasan Malioboro itu. Dia telah berkoordinasi mengimbau pengelola toko agar segera mengecat ulang tokonya. “Kalau dilihat di dokumentasi lama kawasan Malioboro dari dulu cat bangunannya memang warna putih,” kata Agung, Kamis (7/4/2022).
Dia menyebut Pokja Kawasan Sumbu Filosofis juga telah mendiskusikan temuan itu dan menyebut cat berwarna merah semata-mata hanya kesalahan informasi dari pengelola yang berstatus sebagai penyewa toko. Penyewa juga tidak tergabung dengan paguyuban toko di Malioboro sehingga belum mengetahui informasi bahwa bangunan mesti dicat berwarna putih.
"Yang mengecat merah tidak tahu kesepakatan Pemda DIY dan Kota Jogja dengan paguyuban toko kalau fasad depan ruko harus dicat putih karena dia hanya sewa. Sekarang baru dikomunikasikan kepada yang bersangkutan untuk mengubah warna cat,” ungkap dia.
BACA JUGA: Indonesia Resmi Punya 10 Bandara Internasional, Salah Satunya YIA
Koordinator Perkumpulan Pengusaha Malioboro dan A Yani (PPMAY) Karyanto Purbohusodo mengatakan toko yang bercat merah itu merupakan toko Matahari. Sejak manajemen toko itu memutuskan tutup pada tahun lalu, otomatis tidak lagi menjadi anggota paguyuban dan sekarang dikelola oleh orang baru.
“Disewa tiga bulan dan sudah ditegur oleh Dinas Kebudayaan DIY,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.