Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
QR code terpasang di TPR Parangtritis, Jumat (7/5/2021)./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL--Penerapan pembayaran nontunai di tempat pemungutan retribusi (TPR) pariwisata melalui kode QR bakal dilakukan secara fleksibel saat libur Lebaran. Bila memang dengan pemindaian kode QR justru memperlambat pelayanan, maka pembayaran akan diterapkan secara manual.
"Insyallah nanti kami lihat situasi. Jadi penggunaan QRIS [QR Indonesia Standard] kalau nanti memperlancar proses tentu akan kami optimalkan," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, Sabtu (10/4/2022).
BACA JUGA: Harga BBM Naik, Cuaca Memburuk, Nelayan Bantul: Kami Cuma Bisa Memancing
Sebaliknya, kata dia, bila dalam penerapannya justru menimbulkan antrean panjang dan kemacetan, maka pemungutan retribusi secara manual yang akan dioptimalkan. Penarikan retribusi berbasis teknologi dan manual akan dipilih sesuai kondisi kunjungan wisatawan.
"Kalau dengan QRIS ini justru menyebabkan kemacetan nanti akan kami evaluasi untuk disesuaikan dengan kondisi di lapangan," ucap dia.
Menurut Kwintarto, fungsi pelayanan yang dijalankan Dinas Pariwisata Bantul adalah berusaha memberikan pelayanan maksimal. "Kalau pada waktu itu kami paksakan tetapi justru berakibat pelayanan tidak baik ya kami harus agak sedikit luwes lah dalam rangka untuk pelayanan," tambahnya.
BACA JUGA: Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Perang Sarung Dibundeli Batu
Kwintarto berharap pembayaran retribusi nontunai dapat meningkat dengan tanpa menampikan situasi di lapangan.
"Harapannya memang cashless-nya meningkat, tetapi kalau tidak memungkinkan karena situasi belum teredukasi secara baik yang mengakibatkan mungkin di titik-titik tertentu menyebabkan kemacetan misalnya, ya kita harus kembali pada sistem lama dan itu pun kita maksimalkan. Prinsipnya seperti itu," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.