Pemkab Sleman Salurkan Hibah Rp166,5 Juta untuk 32 Lembaga Sosial
Pemkab Sleman menyalurkan hibah Rp166,5 juta kepada 32 LKS pada 11 Juni 2026. Dana diberikan melalui rekening masing-masing lembaga.
Ilustrasi penggunaan QRIS./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat akan mengevaluasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) parkir di Taman Kuliner Wonosari. Evaluasi perlu dilakukan menyusul rendahnya minat pengunjung untuk menggunakan QRIS guna membayar parkir.
Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum dan Perparkiran Dishub Gunungkidul, Ely Siswanta mengatakan pihaknya akan mengadakan evaluasi menyusul rendahnya minat penggunaan QRIS perparkiran.
“Sebenanya penggunaan QRIS perparkiran di Taman Kuliner Wonosari kan pilot projet. Kalau banyak peminatnya akan kami buat di tempat lain. Tapi kok tampak banyak yang tidak berminat,” kata Ely dihubungi, Selasa (16/1/2024).
Ely menambahkan awal penggunan QRIS tersebut disambut baik masyarakat. Hal tersebut kemungkinan, kata dia karena ada kerja sama dengan Bank BPD DIY yang memberi potongan biaya parkir. Pasalnya setelah itu pengguna QRIS menurun.
Baca Juga
Makin Diminati, Merchant QRIS di DIY Tumbuh 27,9%
Ini Cara Mudah Daftar QRIS untuk UMKM
Per September, Pengguna QRIS Livin' Merchant di DIY Capai 13.000
QRIS tersebut dipasang menggantung di leher petugas parkir seperti id card. Ada tiga pengelola parkir yang memiliki total delapan petugas parkir. Mereka berasal dari daerah sekitar dan upah pungut sebesar 35% dari total pendapatan.
Kepala Dishub Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto membenarkan pihaknya akan mengadakan evaluasi penggunaan QRIS tersebut. Dia tidak menampik bahwa masyarakat lebih memilih pembayaran tunai karena dianggap praktis.
“Tapi yang akan kami evaluasi dari para juru parkir dan pengelolanya biar mendorong warga pake QRIS,” kata Rakhmadian.
Rakhmadian menambahkan tujuan penggunaan QRIS tersebut merupakan wujud tanggap terhadap digitalisasi yang didorong oleh Pemerintah Pusat. Tegas dia, pemakaian QRIS juga mempersingkat waktu rekap retribusi parkir.
“Kalau pakai QRIS langsung masuk ke kas daerah yang dikelola BPD DIY. Jadi tidak perlu dicatatkan dulu di Dishub tiap bulan,” katanya.
Penggunaan QRIS di Taman Kuliner Wonosari tersebut sudah sejak 2022. Tujuan awalnya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. Program tersebut juga mengurangi risiko parkir liar yang dapat merugikan para pengendara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyalurkan hibah Rp166,5 juta kepada 32 LKS pada 11 Juni 2026. Dana diberikan melalui rekening masing-masing lembaga.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.
Renault 8 Gordini Concept hadir sebagai coupe listrik 270 HP bergaya café racer. Ikon balap 1964 ini tidak diproduksi massal, simak detailnya.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.