Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Tangkapan layar kawasan wisata Kaliadem dikotori sampah kertas bekas petasan.Instagram merapi_uncover
Harianjogja.com, SLEMAN-Dinas Pariwisata Sleman mengambil sikap atas aksi menyalakan petasan di kawasan wisata Kaliadem. Petugas diturunkan untuk menghalau warga yang bermain petasan di wilayah tersebut.
Kebijakan tersebut diambil karena maraknya warga yang menyalakan petasan di area Bunker Kaliadem. Video yang beredar belum lama ini juga menunjukkan aksi tersebut telah membuat kawasan wisata di lereng Merapi itu kotor karena sampah kertas petasan.
Menyaksikan video yang beredar, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dalam hal ini Desa Kepuharjo untuk menyetop aksi tersebut agar tidak merusak citra Kaliadem. Pengelola diminta menghalau dan mengingatkan warga yang ngeyel main petasan di Kaliadem.
"Dari hasil koordinasi dengan kalurahan dan pengelola, kalurahan akan menugaskan pengola wisata untuk menjaga dan mengingatkan kalau ada yang akan menyalakan petasan," kata pria yang akrab disapa Pram ini kepada Harianjogja.com, Senin (18/4/2022).
Sebelumnya, video kawasan wisata Kaliadem yang kotor akibat sampah kertas bekas petasan viral di media sosial.Video yang bersumber dari akun Instagram @diqihadi97 yang diunggah ulang oleh @merapi_uncover tersebut memperlihatkan kawasan kaliadem banyak dikotori sampah kertas berwarna putih.
Baca juga: Viral! Kaliadem Kotor karena Kertas Petasan, Ini Penampakannya
Dalam video, terlihat pemandangan Gunung Merapi yang indah tanpa tertutup kabut. Sayangnya pemandangan itu terganggu dengan banyaknya sampah di kawasan tersebut.
"Niat jalan jalan sampe sini ee sampe utaranya Kaliadem isi kaya gini , mbok ya cari tempat dimana gitu lapangan kek nyalainnya , tempat wisata jadi kotor sampah kertas juga lama terurainya," caption dalam unggahan itu yang dikutip Harianjogja.com, Senin (18/4/2022).
Warganet menyayangkan kejadian itu mengingat Kaliadem adalah salah satu objek wisata favorit masyarakat di daerah lereng Merapi. Terlebih lagi Kaliadem baru saja dibuka kembali setelah ditutup karena erupsi Merapi pada Rabu (9/3/2022) lalu.
Hal itu dikhawatirkan bisa mengganggu wisatawan yang berkunjung dan merusak citra wisata Bunker Kaliadem.
"Jadi kotor banyak kertas," tulis @parjo_0622.
Namun sebagian besar yang memberikan respons di kolom komentar justru mengungkap bahwa aksi tersebut sudah biasa dilakukan.
"Penyakit tiap tahun," tulis @moko_ns.
"Tahun lalu jg gitu," timpal @abidmuslich_r.
"penyakit bulan Ramadhan ?mau gmna pun pasti hampir daerah ada gituan, apalagi tempat wisata alam malah jadi tempat fav, malah buat ajang nunjukin petasan yg keras," timpal @mhmdirfan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.