Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, memberi sambutan dalam Peringatan Nuzulul Qur\'an dan Doa Syukur Umat Islam, di Masjid Agung Sleman, Selasa (19/4/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN--Sebagai salah satu rangkaian Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman yang tahun ini jatuh bertepatan dengan Ramadan, Pemkab Sleman menggelar Peringatan Nuzulul Qur\'an dan Doa Syukur Umat Islam. Bertempat di Masjid Agung Sleman, Selasa (19/4/2022) malam, peringatan ini menghadirkan Wakil Dekan III UIN Sunan Kalijaga, Abdur rozaki, sebagai penceramah.
Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menjelaskan Nuzulul Qur\'an merupakan hari diturunkannya Al Qur\'an, dengan kata pertama iqro’, yang berarti bacalah. “Dengan diturunkan Al Qur\'an sebagai petunjuk, kita harus membaca. Tidak hanya membaca, tapi juga mendalami isinya dan mengimplementasikannya di kehidupan,” ujarnya, Selasa.
BACA JUGA: Jelang Mudik, Sleman Kebut Perbaikan Jalan
Pengimplementasian kandungan Al Qur\'an dalam kehidupan salah satunya dengan peduli kepada masyarakat di sekitar. Sebagaimana tema Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman yakni Sesarengan Bangun Sleman, Sleman Gumregah, semua pihak harus saling membantu untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Sleman.
“Dengan peringatan Hari Jadi tahun ini kita bangkit bersama membangkitkan perekonomian di Sleman. Mari bersama membantu saudara tingkatkan ekonomi. Supaya kita peduli lingkungan kita. Mari bersama borong bareng, kepedulian kita diperlukan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini Kustini juga bersyukur saat ini Sleman memasuki bulan Ramadan dalam status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, sehingga sudah bisa melaksanakan berbagai kegiatan ibadah dengan lebih leluasa, terutama ibadah Tarawih.
BACA JUGA: Pengin Liburan Lebaran di Sleman, Ini Jalur Tengkorak dan Rawan Macetnya
Meski begitu, dia tetap mengingatkan agar masyarakat tetap menggunakan masker dalam menjalankan setiap kegiatan di luar rumah. Dalam menghadapi hari raya Idulfitri, Kustini memastikan kebutuhan pokok masyarakat akan terpenuhi asal membeli dengan bijak.
“Untuk ibu-ibu, Insyaallah stok gandum, beras, minyak goreng, walau naik, lalu gula, persediaan di Bulog masih tercukupi. Belanja secukupnya, jangan panic buying. Insya Allah sampai hari ketujuh setelah lebaran masih ada,” katanya.
Kabag Kesejahteraan Masyarakat Setda Kabupaten Sleman, Mustadi, menuturkan peringatan Nuzulul Qur’an yang diikuti oleh ASN di lingkungan Pemkab Sleman tersebut bertujuan mempererat tali silaturahim antar-ASN dan masyarakat serta jemaah di Masjid Agung Sleman.
Pada kesempatan tersebut juga disalurkan pula secara simbolik santunan dari zakat, infak dan sedekah oleh Baznas Sleman kepada dua penerima warga Sleman, yakni Sumartini dan Tukijem.
“Jumlah pentasarufan pada Ramadan tahun ini sebesar Rp1,2 miliar yang dibagi dalam berbagai kegiatan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.