Komitmen Perpustakaan USD Alih Aksara Lontar Kuno
Dari komitmennya mentransliterasi atau alih aksara lontar dan naskah kuno, Perpustakaan Universitas Sanata Dharma (PUSD) meraih Anugerah Kebudayaan DIY 2024.
Hiruk pikuk pengunjung di Pasar Beringharjo pada Jumat (30/10/2020). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA-- Memasuki H-10 Idulfitri, belum ada lonjakan signifikan di Pasar Beringharjo. Menurut Lurah Pasar Beringharjo, Udiyitno, keramaian atau tingkat kunjungan masih seperti biasa.
"Masih seperti biasanya, belum ada lonjakan pengunjung pasar yang di sisi timur," kata Udiyitno, Jumat (22/4/2022).
Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi di Beringharjo sisi Barat. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Barat, Bintoro, mengatakan, kawasan toko batik justru sangat sepi pembeli.
BACA JUGA: Ada Tim Penanganan Aduan dan Informasi Pariwisata Jogja Saat Libur Lebaran
"Untuk Beringharjo sisi Barat, di bagian pakaian batik sepi banget. Tapi kalau pakaian muslim dan pakaian sehari-hari seperti kaos, kemeja, jeans, itu yang ramai," kata Bintoro.
Untuk kawasan toko batik, peningkatan pengunjung diprediksi mulai H+1 Idulfitri. "H+1 sampai sepekan ke depan itu ramai sekali, itu perkiraan saya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dari komitmennya mentransliterasi atau alih aksara lontar dan naskah kuno, Perpustakaan Universitas Sanata Dharma (PUSD) meraih Anugerah Kebudayaan DIY 2024.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.