Jaga Kualitas Ikan, Pabrik Es Dibangun di Pantai Baron Gunungkidul
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Sejumlah pengunjung sedang berfoto dengan latar belakang pegunungan seribu di Dusun Siyono B, Petir, Rongkop. foto diambil Kamis (28/4/2022)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Gunungkidul memiliki potensi wisata yang melimpah ruah mulai dari pantai, perbukitan hingga wilayah hutan. Destinasi wisata baru terus bermunculan.
Salah satunya wisata alam Bumi Arya di Dusun Siyono B, Kalurahan Petir, Rongkop. Konsep yang dikembangkan berupa bumi perkemahan yang dilengkapi dengan pondok wisata, arena bermain anak, jogging trek di perbukitan serta resto.
Lokasi destinasi masuk di kawasan hutan, meski demikian, pengunjung tidak perlu khawatir karena akses bagus karena dari Jalur Jalan Lintas Selatan yang berjarak sekitar lima kilometer sudah beraspal. Meski termasuk terpencil, namun memiliki pemandangan yang indah karena di sekitar lokasi dikelilingi oleh perbukitan seribu yang masuk dalam jaringan Unesco Global Geopark.
Pemilik Wisata Alam Bumi Arya, Raden Arya Pradana mengatakan, pembukaan wisata sudah dilakukan sejak akhir 2021 lalu. Menurut dia, konsep yang dikembangkan berbeda dengan destinasi wisata umumnya di Gunungkidul.
Baca juga: Ingin Foto di Spot Fenomenal Jogja Ini? Di Sini Lokasinya...
“Kami tawarkan keindahan alam yang dikelilingi gunung-gunung kecil dari gugusan perbukitan seribu,” kata Arya, Jumat (29/4/2022).
Dia menjelaskan, untuk pengelolaan dengan pemberdayaan masyarakat karena seluruh pekerja merupakan warga lokal. Diharapkan konsep ini tercipta hubungan yang saling menguntungkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dari sektor pariwisata.
“Tak hanya memperlihatkan keindahan alam perbukitan seribu. Kami juga menyajikan berbagai menu masakan tradisional seperti sayur lodeh, oseng daun pepaya, sayur Lombok hijau dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Salah seorang pengunjung asal Kapanewon Wonosari, Hendro Ari Wibowo mengaku mengetahui destinasi ini dari media sosial. Ia pun pensaran dan mencoba berkunjung untuk kegiatan buka bersama.
“Coba-coba dan tempatnya asyik,” katanya.
Meski tidak menginap, Hendro mengakui destinasi ini bisa menjadi alternatif wisata. Terlebih lagi, bagi calon pengunjung yang membutuhkan ketenangan karena di lokasi sinyal telekomunikasi sulit dijangkau.
“Jadi cocok untuk menenangkan diri. Selain lokasinya di tengah hutan yang dikelilingi pegunungan, akses komunikasi juga sulit sehingga cocok untuk refelksi atau menenangkan diri dari hiruk pikuk aktivitas yang dijalani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Pakar UGM menjelaskan tren downgrading dan trade down sebagai respons rumah tangga terhadap pendapatan stagnan dan ketidakpastian ekonomi.
Kadin mengingatkan penahanan restitusi pajak dapat mengganggu likuiditas perusahaan dan memengaruhi citra investasi Indonesia di mata investor asing.
Jari siswi SMPN 2 Boyolali tersangkut di lubang pintu kelas. Damkar turun tangan dan berhasil melepaskannya menggunakan gerinda kecil.
Cara daftar BLT Kesra Rp900.000 Oktober 2026, syarat, cara cek penerima, desil, hingga laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Karang Taruna Hipenari Samigaluh masuk 5 besar nasional berkat inovasi mengolah limbah daun teh menjadi lulur dan produk pangan lokal.