Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Abdi dalem membawa uba rampe di Kraton, Selasa (3/5/2022).
Harianjogja.com, JOGJA-Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat membagikan uba rampe gunungan 1 Syawal kepada abdi dalem, di Masjid Gede Kauman, Kepatihan dan Pakualaman, Selasa (3/5/2022). Pemberian uba rampe berupa rengginang sebanyak 2.700 buah ini dalam rangka memperingati Idulfitri atau Syawal 1443 Hijriah/Tahun Alip 1955.
Mantu Dalem Sri Sultan HB X, KPH Purbodiningrat mengatakan pelaksanaan Garebeg Syawal kali ini belum dapat dilakukan seperti biasanya, yakni dengan rayahan mengingat situasi dan kondisi belum sepenuhnya pulih. “Meski jumlah kasus Covid-19 DIY relatif melandai, namun kami memilih untuk tetap menggelar pembagian uba rampe gunungan Syawal secara terbatas,” ujarnya.
Terbatas artinya tidak ada rayahan di Masjid Gede Kauman seperti biasanya. Menurutnya meski situasi dan kondisi masih pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2 pihaknya tetap melakukan pembagian gunungan rengginang sebagai bagian dari melestarikan tradisi yang dilakukan Kraton. Uba rampe tersebut diakuinya sebagai bentuk sedekah Sri Sultan kepada abdi dalem dan kerabat.
Kanjeng Purbo, sapaan akrabnya, menjelaskan uba rampe rengginang merupakan bagian dari simbolisasi grebek yang biasa dilakukan setiap Idulfitri, “Totalnya ada 2.700 rengginang dibagikan ke abdi dalem, Kepatihan, dan Pakualaman,” katanya.
Kanjeng Purbo menjelaskan sejak zaman dulu sebenarnya gunungan rengginang itu lagsung dibagikan kepada abdi dalem dan kerabat, serta masyarakat langsung. Namun seriring perkembangan zaman gunungan tersebut menjadi rayahan warga.
“Dulu gunungan tidak untuk diperebutkan tapi diserahkan ke abdi dalem dan kerabat sebagai simbol sedekah Sultan kepada kerabat dan rakyat namun karena zaman jadi diperebutkan,” katanya.
Pantauan di lokasi ada empat gunungan rengginang diangkut menggunakan dua pikap yang masing-masing dibawa ke Kepatihan dan ke Pakualaman, sekitar pukul 09.15 WIB Masing-masing dua gunungan. Selain itu semua abdi dalem juga mendapatkan rengginang. Prosesi pengangkutan gunungan engginang tersebut sempat menyita perhatian wisatawan di luar kompleks Keben. Banyak warga dan wisatawan mengabadikan momen tersebut dengan ponselnya maupun kamera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara atasi badan pegal tanpa obat: peregangan, istirahat cukup, minum air, mandi hangat, pijat, hingga konsultasi ke dokter jika tak kunjung hilang.
Penetapan Hari Besar Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dinilai MLKI Sleman menjadi momentum penting untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap.
Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa resmi diperingati pada 13 Juli 2026. Simak daftar hari besar nasional dan internasional yang jatuh pada tanggal in
Deretan agenda Jogja Juli 2026: Artjog, Prambanan Jazz, INACRAFT, Saparan Bekakak, lomba layangan, hingga lari malam. Catat jadwalnya sekarang!
Veda Ega Pratama gagal top 5 Moto3 Jerman akibat start ke-13 dan insiden di depan. Ia finis kedelapan, tetap positif dan targetkan Silverstone.