Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kantor Wilayah Kemenag Gunungkidul mengembangkan kotak infaq digital. Langkah ini sebagai upaya mengurangi tidak pidana pencurian kotak infaq di masjid-masjid.
Kepala Kemenag Gunungkidul, Sa’ban Nuroni mengatakan, untuk kotak infaq digital sudah bekerjasama dengan perbankan dan sudah diluncurkan beberapa waktu lalu. Ditahap awal, sistem infaq non tunai dikembangkan di 18 masjid di 18 kapanewon.
Ke depannya, kotak infaq digital akan dikembangkan di seluruh wilayah Gunungkidul sehingga seluruh masjid ada layanan ini. “Masih awal, tapi harapannya seluruh masjid bisa memanfaatkan sistem non tunai,” kata Sa’ban kepada wartawan, Jumat (6/5/2022).
Dia menjelaskan, pengembangan kotak infak digital tak lepas adanya masjid yang menjadi sasaran pencurian. Beberapa kasus ada kotak infaq yang dibobol orang tak bertanggung jawab.
Baca juga: Viral! Maling Kotak Infaq di Masjid Klitren Jogja Tertangkap saat Gema Sahur
Diharapkan dengan adanya inovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi maka dapat mengurangi risiko pencurian kotak infaq di masjid. “Dengan kotak infaq digital, maka tidak bisa dicuri. Warga yang ingin infaq tinggal akses barcode yang disediakan maka sudah bisa memberikan donasi sesuai dengan yang diinginkan,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan, komitmennya untuk membantu pengembangan ekonomi digital di Kabupaten Gunungkidul. akses layanan transaksi non tunai tidak hanya dalam proses pemelian tiket retribusi masuk wisata, tapi juga ada agen laku pandai yang dapat melayani transaksi keuangan mulai dari pembayaran pajak, transfer dana hingga pembelian pulsa.
“Kami dukung dan akan terus dikembangkan. Salah satunya menyasar Badan Usaha Milik Kalurahan di 144 kalurahan di Gunungkidul,” kata Santoso.
Menurut dia, untuk kotak infaq digital juga sudah bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kemenag Gunungkidul. Layanan ini untuk mempermudah serta prosesnya tranparan akuntabel dan bisa dilakukan secara cepat.
“Yang terpenting lagi juga aman karena infaq yang diberikan sudah langsung masuk ke rekening yang disediakan,” katanya.
Menurut dia, kerja sama kotak infaq digital sudah dilaksanakan di masjid di Pantai Baron, Tanjungsar; Bintaos, Tepus serta Mulo di Kapanewon Wonosari. “Akan terus dikembangkan dan kami siap memberikan fasilitasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.