Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kantor Wilayah Kemenag Gunungkidul mengembangkan kotak infaq digital. Langkah ini sebagai upaya mengurangi tidak pidana pencurian kotak infaq di masjid-masjid.
Kepala Kemenag Gunungkidul, Sa’ban Nuroni mengatakan, untuk kotak infaq digital sudah bekerjasama dengan perbankan dan sudah diluncurkan beberapa waktu lalu. Ditahap awal, sistem infaq non tunai dikembangkan di 18 masjid di 18 kapanewon.
Ke depannya, kotak infaq digital akan dikembangkan di seluruh wilayah Gunungkidul sehingga seluruh masjid ada layanan ini. “Masih awal, tapi harapannya seluruh masjid bisa memanfaatkan sistem non tunai,” kata Sa’ban kepada wartawan, Jumat (6/5/2022).
Dia menjelaskan, pengembangan kotak infak digital tak lepas adanya masjid yang menjadi sasaran pencurian. Beberapa kasus ada kotak infaq yang dibobol orang tak bertanggung jawab.
Baca juga: Viral! Maling Kotak Infaq di Masjid Klitren Jogja Tertangkap saat Gema Sahur
Diharapkan dengan adanya inovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi maka dapat mengurangi risiko pencurian kotak infaq di masjid. “Dengan kotak infaq digital, maka tidak bisa dicuri. Warga yang ingin infaq tinggal akses barcode yang disediakan maka sudah bisa memberikan donasi sesuai dengan yang diinginkan,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan, komitmennya untuk membantu pengembangan ekonomi digital di Kabupaten Gunungkidul. akses layanan transaksi non tunai tidak hanya dalam proses pemelian tiket retribusi masuk wisata, tapi juga ada agen laku pandai yang dapat melayani transaksi keuangan mulai dari pembayaran pajak, transfer dana hingga pembelian pulsa.
“Kami dukung dan akan terus dikembangkan. Salah satunya menyasar Badan Usaha Milik Kalurahan di 144 kalurahan di Gunungkidul,” kata Santoso.
Menurut dia, untuk kotak infaq digital juga sudah bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kemenag Gunungkidul. Layanan ini untuk mempermudah serta prosesnya tranparan akuntabel dan bisa dilakukan secara cepat.
“Yang terpenting lagi juga aman karena infaq yang diberikan sudah langsung masuk ke rekening yang disediakan,” katanya.
Menurut dia, kerja sama kotak infaq digital sudah dilaksanakan di masjid di Pantai Baron, Tanjungsar; Bintaos, Tepus serta Mulo di Kapanewon Wonosari. “Akan terus dikembangkan dan kami siap memberikan fasilitasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.