Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pengunjung menikmati wahana Waterboom Jogja, beberapa waktu lalu./Istimewa-Waterboom Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Jogja Bay kini berganti nama menjadi Waterboom Jogja untuk untuk menghadirkan konsep wisata air baru.
Deputy CEO Waterboom Jogja, Elang Kusumo, menjelaskan perubahan nama ini bertujuan untuk peremajaan Jogja Bay. “Supaya kesan pengunjung itu memandang kami selalu berubah, berubah ke arah yang lebih baik,” ujarnya, Jumat (13/5/2022).
BACA JUGA: Jogja Siapkan Jalur Khusus Skuter Listrik di Kotabaru, Ini Rutenya
Meski tidak ada wahana baru, dalam perubahan ini ia menuturkan ada pembaharuan pada tampilan fisik serta perbaikan infrastruktur penunjang. Perubahan nama ini menurutnya lebih berorientasi pada kualitas daripada kuantitas pengunjung.
Berbeda dengan wisata alam dan wisata kuliner, Waterboom Jogja merupakan wisata buatan manusia. Dalam jenis wisata ini, jumlah pengunjung tidak selalu berbanding lurus dengan kenyamanan dan kepuasan pengunjung.
“Karena buatan manusia, pasti ada umurnya. Kami ingin memperpanjang umur Waterboom Jogja dengan memperbaiki kualitas. Banyaknya pengunjung masuk ke atraksi seperti ini membuat kualitas air turun. Kami mengatur itu,” ungkapnya.
Ia mencontohkan Candi Borobudur yang juga menerapkan visitor management. Jumlah pengunjung diatur sedemikian rupa untuk menjaga keberlanjutan wisata tersebut. Di sana diterapkan tarif tiket yang cukup tinggi sehingga menyeleksi orang yang masuk.
“Kualitas itu tentang segmentasi pasar mana yang mau kita ambil untuk masuk ke sini, tapi bagaimana behavior-nya. Segmentasi pasar itu berpengaruh pada perilaku,” katanya.
BACA JUGA: Siapa Pengganti Wali Kota Jogja & Bupati Kulonprogo? Ini Jawaban Sultan HB X
Selain itu, penekanan pada kualitas dibanding kuantitas pengunjung ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan, seperti terjadinya penumpukan antrean di menara perosotan. Jika terlalu banyak orang di menara itu, risiko yang ditimbulkan semakin tinggi.
Selain perubahan nama, Waterboom Jogja juga mengubah kebijakan harga tiket. Jika sebelumnya harga tiket berkisar Rp35.000, saat ini dinaikkan menjadi Rp75.000-Rp100.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Perjalanan Wisnus ke DIY turun 9,15% pada Agustus 2026, tetapi masih tumbuh 29,64% secara tahunan. Dispar siapkan strategi hadapi low season.
Bangkok jadi kota terbaik dunia 2026 versi Readers’ Choice Awards. Singapura masuk 20 besar, sementara Indonesia belum tercantum.
Wacana siswa tak otomatis naik kelas mulai 2027 masih dikaji. Ini penjelasan Mendikdasmen dan status aturan yang berlaku saat ini.
MotoGP 2027 punya dua grid berbeda untuk Sprint dan Grand Prix. Simak jadwal kualifikasi baru hingga penghapusan Warm Up.
diare Sleman September 2026, air bersih Sleman, kemarau Sleman, Dinkes Sleman, kasus diare Depok III