Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Pengunjung menikmati wahana Waterboom Jogja, beberapa waktu lalu./Istimewa-Waterboom Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Jogja Bay kini berganti nama menjadi Waterboom Jogja untuk untuk menghadirkan konsep wisata air baru.
Deputy CEO Waterboom Jogja, Elang Kusumo, menjelaskan perubahan nama ini bertujuan untuk peremajaan Jogja Bay. “Supaya kesan pengunjung itu memandang kami selalu berubah, berubah ke arah yang lebih baik,” ujarnya, Jumat (13/5/2022).
BACA JUGA: Jogja Siapkan Jalur Khusus Skuter Listrik di Kotabaru, Ini Rutenya
Meski tidak ada wahana baru, dalam perubahan ini ia menuturkan ada pembaharuan pada tampilan fisik serta perbaikan infrastruktur penunjang. Perubahan nama ini menurutnya lebih berorientasi pada kualitas daripada kuantitas pengunjung.
Berbeda dengan wisata alam dan wisata kuliner, Waterboom Jogja merupakan wisata buatan manusia. Dalam jenis wisata ini, jumlah pengunjung tidak selalu berbanding lurus dengan kenyamanan dan kepuasan pengunjung.
“Karena buatan manusia, pasti ada umurnya. Kami ingin memperpanjang umur Waterboom Jogja dengan memperbaiki kualitas. Banyaknya pengunjung masuk ke atraksi seperti ini membuat kualitas air turun. Kami mengatur itu,” ungkapnya.
Ia mencontohkan Candi Borobudur yang juga menerapkan visitor management. Jumlah pengunjung diatur sedemikian rupa untuk menjaga keberlanjutan wisata tersebut. Di sana diterapkan tarif tiket yang cukup tinggi sehingga menyeleksi orang yang masuk.
“Kualitas itu tentang segmentasi pasar mana yang mau kita ambil untuk masuk ke sini, tapi bagaimana behavior-nya. Segmentasi pasar itu berpengaruh pada perilaku,” katanya.
BACA JUGA: Siapa Pengganti Wali Kota Jogja & Bupati Kulonprogo? Ini Jawaban Sultan HB X
Selain itu, penekanan pada kualitas dibanding kuantitas pengunjung ini juga bertujuan untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan, seperti terjadinya penumpukan antrean di menara perosotan. Jika terlalu banyak orang di menara itu, risiko yang ditimbulkan semakin tinggi.
Selain perubahan nama, Waterboom Jogja juga mengubah kebijakan harga tiket. Jika sebelumnya harga tiket berkisar Rp35.000, saat ini dinaikkan menjadi Rp75.000-Rp100.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal hingga 15 Agustus 2026 dengan 3.607 korban. Sebanyak 239 orang meninggal dan 203 hilang.