Sultan HB X Soroti Komunikasi Keluarga Jelang Harganas 2026
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.
Ilustrasi pengolahan sampah./Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO—Zona Satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Banyuroto Kulonprogo akan habis tahun ini. Selanjutnya, Zona Dua akan dibangun untuk menampung sampah dari wilayah Kulonprogo pada Maret 2023.
BACA JUGA: Siapa Pengganti Wali Kota Jogja & Bupati Kulonprogo? Ini Jawaban Sultan HB X
Plt. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan Air Limbah dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Budi Purwanta mengatakan Zona Satu sebenarnya sudah penuh mulai Maret 2022. Namun, tempat sampah tersebut dimaksimalkan lagi sehingga masih bisa menampung sampah sampai akhir 2023.
“Jadi kami lakukan pengurugan atau landfill dengan sistem piramid. [Zona Dua] Dimulai Maret atau April [2023] dan rampung di November atau Desember,” paparnya kepada Harian Jogja, Jumat (13/05/2022).
Luas area untuk Zona Dua menurutnya sama dengan Zona Satu, yakni sekitar 5.000 meter persegi. Demi menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA dilakukan pemilahan sampah, meski belum maksimal menguranginya.
“Pemilahan dapat mengurangi sampah ke TPA baru sekitar 10 persen-20 persen, karena belum efektif pemilihan di sumber,” ucap dia.
Dosen Hukum Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Harry Supriyono mengatakan pengelolaan sampah bisa dilakukan melalui berbagai pendekatan. Sampah tidak boleh hanya dibuang ke TPA.
Menurutnya pendekatan bisa dimulai sejak sebelum adanya sampah. Misalnya produsen produk jangan sampai membebani lingkungan. Lalu cara preventif dengan membuat kebijakan.
“Toko-toko, pasar yang mainstream, jangan berikan tas plastik pada konsumen. Kebijakan tidak hanya preventif, tapi juga repression,” paparnya kepada Harian Jogja.
Dia menjelaskan yang selama ini berjalan adalah larangan, kewajiban, dan sanksi. Akan tetapi hal seperti ini hampir tidak jalan sehingga perlu dilakukan pendekatan-pendekatan seperti ekonomi, teknologi, dan sosial.
Harry menjelaskan pengelolaan sampah melalui bank sampah cukup efektif menekan sampah ke TPA. Rata-rata setidaknya 40% sampah bisa ditekan.
BACA JUGA: Jogja Siapkan Jalur Khusus Skuter Listrik di Kotabaru, Ini Rutenya
Apabila sampah tidak pernah dikelola, dibuang begitu saja ke TPA, akan selalu ada penolakan dari warga yang lahannya terdampak TPA.
“Kalau TPA yang benar berpedoman pada PUPR [Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat] sinergi dengan lingkungan hidup [Kementerian Lingkungan Hidup], TPA yang memang di luar dari bank sampah dikelola pemerintah dengan cara-cara pendekatan tidak lagi sanitary landfill tapi bisa ke recycle,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Juli 2026 dipenuhi event seru di Jogja, mulai Artjog, Prambanan Jazz, INACRAFT hingga festival budaya dan olahraga di seluruh DIY.
Cuaca ekstrem di Stadion Azteca tunda laga Meksiko vs Inggris. Penonton dievakuasi, badai petir dan hujan es mengguyur. Kick-off mundur 1 jam.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.