Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Anggota JHL berpose mengenakan kostum karakter pahlawan super./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Dalam lima tahun terakhir, Jogja Heroes League (JHL) menjadi wadah bagi para pencinta costum play (cosplay) agar bisa menjelma jadi pahlawan super ala Amerika. Para anggota bisa mengekspresikan sisi lain dari diri mereka dengan berkostum superhero.
Ketua JHL, Bagas Prasetyadi menuturkan JHL hadir seiring dengan gelombang film pahlawan super ala Amerika yang terus bermunculan. Kepopuleran tokoh fiksi pahlawan super seperti Iron Man, Batman, Spiderman, Captain America, dan sederet karakter lainnya telah menjadikan lakon ini sebagai genre favorit.
BACA JUGA: Pimpin Jogja hingga Setahun ke Depan, Apa Kata Pejabat Ini?
Mulanya, JHL terbentuk dari sekumpulan penggemar karakter pahlawan super yang sudah saling mengenal satu sama lain. Sebagian dari mereka sudah berkecimpung di dunia cosplay Jogja. Pada malam pergantian tahun dari 2016 ke 2017, mereka akhirnya bersepakat untuk membentuk sebuah perkumpulan.
"Saat itu kami memutuskan bikin klub khusus superhero Amerika, karena di Jogja belum ada. Kebanyakan klub cosplay itu untuk karakter anime, manga, dan superhero Jepang. Makanya kami bikin dan sampai sekarang enggak ada yang lain," kata Bagas kepada Harian Jogja, belum lama ini.
Sebagai sebuah klub pencinta superhero, mereka mengekspresikan kegemarannya dengan berkostum ala superhero untuk tampil dalam meet and greet. Saat ada pemutaran perdana film superhero di bioskop, JHL beberapa kali membuat acara nonton bareng sekaligus mengadakan sesi jumpa temu.
"Gelombang film superhero itu terus muncul sampai sekarang, enggak berhenti. Akhirnya ya sudah kami bersenang-senang dengan itu," ujar Bagas.
BACA JUGA: Dua Pejabat DIY Pimpin Kota Jogja & Kulonprogo, Sultan: Keduanya Sudah Berpengalaman
Bagas mengungkapkan meski JHL merupakan salah satu klub cosplay di Jogja, tetapi para anggotanya kebanyakan justru tidak memiliki latar belakang cosplayer. Menurutnya, mereka hanya bermodal gemar dengan dunia superhero dan menemukan wadah untuk berekspresi di JHL.
Meski secara fisik mereka melakukan cosplay, tetapi Bagas tidak merasa mereka sedang menampilkan cosplay.
"Kami enggak merasa cosplay, sebab kami merasa memang superhero ketika di JHL. Jadi di mana lagi bisa jadi pahlawan super kayak gini, di tempat lain kita enggak bisa jadi superhero," ujarnya.
Mudah Diterima
Kini, setidaknya ada 17 karakter pahlawan super dari rangkaian film Marvel dan DC Universe. Setiap anggota ada yang memerankan karakter rangkap, mulai dari dua hingga tiga karakter. Bagas memerankan dua karakter, yaitu Batman dan Captain America secara bergantian.
Kostum yang digunakan di JHL adalah kostum milik sendiri. Bagas menekankan bahwa syarat bergabung ke JHL ialah suka superhero, punya kostum superhero, serta mau mengenakan kostum superhero.
Anggota Bidang Humas JHL, Hary Prasojo menambahkan dia mulanya bergabung di JHL tanpa mengetahui dinamika dunia cosplay.
Jojo, sapaan akrabnya, gemar dengan karakter pahlawan super sejak kecil, tetapi tidak menyangka karakter itu bisa ia perankan dengan berkostum. Ia pun tertarik bergabung di JHL dan memerankan karakter Dr. Strange.
"Ini wadah yang tepat untuk mengeluarkan sisi nerd ke publik. Enaknya di dunia pahlawan super, itu gampang diterima masyarakat, karena sudah sangat populer. Istilahnya, dunia superhero itu sudah ada di sekitar kita," terang Jojo.
Kini, film superhero tak lagi dianggap sebagai film anak-anak. Banyak orang dewasa yang menggemarinya hingga rela membuat kostum karakter favoritnya untuk dikenakan. Setiap kali ada calon anggota yang mau bergabung, JHL punya sistem casting tersendiri untuk calon karakter yang diperankan.
"Kadang saya punya kepentingan, misal suatu karakter superhero belum ada di JHL, padahal filmnya mau muncul, jadi saya coba cari orang yang sesuai dengan karakter itu. Kami biasanya melengkapi barisan superhero seperti yang tampil dalam film, meskipun pada dasarnya semua anggota di JHL dibebaskan untuk jadi karakter apapun," ujarnya.
BACA JUGA: Jogja Bakal Dilanda Kemarau Basah, Ini Dampaknya
Meski demikian, Jojo memastikan bahwa karakter yang dibawakan oleh anggota JHL itu sesuai dengan film. Misalnya, anggota yang memerankan Spiderman harus yang memiliki tubuh lincah dan mampu berpose rendah. Kemudian, yang memerankan Captain America harus memiliki badan tinggi dan tegap.
"Jadi kostumnya nggak cuma bagus, tetapi bisa diperankan oleh orang yang tepat. Kesannya kostum itu nempel di badan, satu set. Bukan cuma orang asal dipakein kostum superhero," kata dia.
Dia beranggapan bahwa ketika JHL menampilkan karakter sesuai dengan film, maka orang-orang yang melihat akan langsung memahami siapa karakter yang ditampilkan.
"Kami memainkan theater of mind-nya orang, jadi sudah memunculkan narasi tersendiri tanpa kami perlu menjelaskan apa-apa ke mereka," terangnya.
Meski demikian, beberapa kali mereka pernah salah dikenali dengan karakter lain. "Tetapi pernah juga kami disebut Power Ranger, Zoro, sampai Gatotkaca," akunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.