Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Ilustrasi perbaikan jalan/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN- Proyek perbaikan Jalan Gito-Gati yang menghubungkan Wonorejo-Denggung diawali dengan pemotongan pepohonan di sepanjang jalan yang dikerjakan. Demi keselamatan para pengguna jalan, selama kegiatan pemotongan pohon jalan tersebut ditutup untuk sementara waktu.
Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY, Wira Sasongko Putro mengatakan proyek perbaikan Jalan Gito Gati dimulai dengan kegiatan penebangan pohon. "Demi keamanan dan keselamatan bersama, maka dengan terpaksa kami harus melakukan penutupan jalan," katanya, Senin (23/5/2022).
Penutupan jalan, kata Wira, dimulai sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Penutupan jalan, lanjut Wira, mulai dari Majsid Suciati hingga perempatan Kamdanen (Wonorejo) saja. Artinya, tidak seluruh ruas Jalan Gito Gati ditutup. Dia berharap para pengguna jalan memahami proses penutupan sementara jalan tersebut.
"Sesuai arahan kepolisian dan Dinas Perhubungan, (selama jalan ditutup) pengalihan arus lalu lintas hanya melalui jalan Nasional, provinsi dan kabupaten saja. Tidak disarankan untuk melalui jalan kampung atau jalan desa," kata Wira.
BACA JUGA: Hujan Bakal Mengguyur hingga Juli, Petani dan Peternak di DIY Perlu Antisipasi
Dia menjelaskan, pelaksanaan penebangan pohon akan berlangsung sekitar 20 hari atau direncanakan hingga 13 Juni mendatang. Meski begitu, Wira berharap proses penebangan pepohonan di ruas jalan tersebut bisa dilakukan lebih cepat. "Mudah-mudahan bisa semakin cepat selesai penebangannya sehingga semakin cepat dibuka," katanya.
Sekadar diketahui, rencana perbaikan jalan Gito Gati tahap kedua ini akan dilaksanakan sepanjang 1 Km. Dana yang disediakan menggunakan anggaran Rp5,2 miliar dari dana alokasi khusus (DAK). Jalan Gito-Gati yang semula hanya tujuh meter juga akan dilebarkan antara 9-11 meter.
Perbaikan jalan Gito Gati tahap kedua pada tahun ini, masih menyisakan sepanjang 500 meter yang belum diperbaiki. Wira mengatakan perbaikan jalan tetap dilakukan namun sifatnya hanya pemeliharaan aspal yang sudah mengelupas dan berlobang. "Nanti untuk area menuju Kamdanen kami hold dengan pemeliharaan rutin dulu. Untuk selanjutnya diusulkan dengan peningkatan pada tahun berikutnya," ujar Wira.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Kwaryantini Ampeyani Putri mengatakan perbaikan ruas Jalan Gito Gati sebenarnya sudah direncanakan sejak 2020. Hanya saja saat itu terjadi pandemi Covid-19 sehingga perbaikan jalan ditunda karena terkena refocusing anggaran.
"Perbaikan Jalan Gito Gati bukan hanya sekadar tambal sulam tetapi dilakukan pengaspalan ulang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)
Malta menjadi negara pertama yang bekerja sama dengan OpenAI untuk membagikan ChatGPT Plus gratis kepada seluruh warganya selama setahun.