UNY dan UNNES Berebut Gelar Juara Campus League Futsal Jogja
UNY dan UNNES melaju ke final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah melewati semifinal sengit di sektor putra dan putri.
Arus lalu lintas di Jalan Gito Gati seperti terlihat Senin (7/1/2018)/Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN- Proyek perbaikan jalan Gito Gati yang menghubungkan Wonorejo-Denggung Sleman akan dilanjutkan tahun ini. Hanya saja pengerjaannya dilakukan sepanjang satu kilometer.
Kepala Bidang Binamarga DPUP-ESDM DIY, Wira Sasongko mengatakan rencana peningakatan jalan Gito Gati tahap kedua akan dilanjutkan tahun ini. Saat ini masih dalam proses pelelangan pengawas sebelum lelang pengerjaan proyek dilakukan. "Saat ini baru proses pengadaan penyedia jasanya," kata Wira kepada Harianjogja.com, Jumat (21/1/2022).
Hanya saja, lanjut Wira, dari rencana perbaikan jalan Gito Gati tahap kedua sepanjang 1,5 Km Bina Marga DIY baru bisa melaksanakan perbaikan sepanjang 1 Km saja. Hal tersebut menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dana alokasi khusus (DAK) yang diterima dari Pusat.
"Rencana awal Maret sudah tanda tangan kontrak. Dana yang tersedia dari DAK hanya Rp5 Miliar untuk peningkatan jalan sepanjang 1 km," katanya.
Tahun lalu, kata Wira, Bina Marga sudah mengusulkan perbaikan jalan Gito Gati tahap kedua sepanjang 1,5 Km dengan pembiayaan sebesar Rp21,750 miliar. Dua tahun sebelumnya, Bima Marga mengusulkan perbaikan total jalan sepanjang 2,5 km tersebut senilai kurang lebih Rp32 Miliar.
Hanya saja DAK tahun lalu yang diterima hanya Rp10 Miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 1 Km. Tidak hanya melebarkan badan jalan dari sebelumnya 9 meter menjadi 11 meter, jalan tersebut juga dilengkapi dengan saluran drainase serta trotoar. "Untuk tahap kedua ini kami melanjutkan perbaikan jalan yang kemarin, dari Masjid Suciati ke arah Timur," katanya.
BACA JUGA: BMKG: Puncak Musim Hujan hingga Februari, Hujan di Sleman Paling Lebat
Adapun sisanya sepanjang 500 meter hingga perempatan Kamdanen tetap dilakukan perbaikan jalan namun sifatnya hanya pemeliharaan jalan. Sebab di sepanjang jalan tersebut banyak aspal yang sudah mengelupas dan berlobang. "Nanti untuk area Kamdanen kami hold dengan pemeliharaan rutin dulu.. Untuk selanjutnya dilaksanakan dengan peningkatan pada Tahun berikutnya," ujar Wira.
Disinggung perbaikan Jalan Kapten Haryadi yang mengubungkan Jalan Palagan dengan Jalan Kaliurang yang juga banyak mengalami kerusakan, Wira mengatakan jika perbaikannya akan diusulkan untuk tahun 2023 mendatang. "Untuk (perbaikan jalan) Kapten Haryadi kami usulkan 2023, mudah-mudahan berhasil," harap Wira.
Perbaikan kedua ruas jalan tersebut sudah diharapkan sejak lama oleh masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Selain kondisi aspal yang sudah tidak layak, banyaknya lobang di ruas jalan tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan. "Apalagi saat hujan, jalan yang berlobang tidak kelihatan kareba tertutup air hujan. Sangat berbahaya," ujar Novitasari, warga Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UNY dan UNNES melaju ke final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah melewati semifinal sengit di sektor putra dan putri.
SBY menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi politik Indonesia dan meminta Presiden Prabowo menghidupkan kembali politik yang berkeadaban.
WAFF 2026 di Oman dikabarkan mengundang Thailand dan Rusia. Timnas Indonesia tidak masuk daftar peserta karena turnamen tak masuk agenda FIFA.
Prabowo meminta Kapolri mengusut dugaan penyadapan terhadap Kepala Negara dan pejabat negara secara objektif serta transparan.
BPS mencatat kemiskinan Gunungkidul turun menjadi 13,27% pada 2026. Namun, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan justru meningkat.
Nusron Wahid mendatangi KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap pengurusan sertifikat tanah dan HGB Summarecon.