Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 2 Juli, Lengkap dari Palur hingga Jogja
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Hingga Juni 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat satu pasien demam berdarah dengue (DBD) meninggal dunia. Masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan agar tidak bersih dari nyamuk Aides Aegypti, penyebab penyakit demam berdarah.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan hingga Juni tercatat sebanyak 161 kasus DBD. Dari jumlah tersebut satu pasien dinyatakan meninggal dunia. "Satu pasien belum lama ini meninggal dunia akibat DBD. Seorang anak berusia delapan tahun di Kapanewon Mlati. Mlati menjadi kapanewon tertinggi kasus DBD," kata Cahya, Kamis (9/6/2022).
Tahun ini, lanjut Cahya tiga kapanewon tertinggi dengan kasus DBD meliputi kapanewon Mlati dengan 25 kasus, kapanewon Depok dengan 19 kasus dan Prambanan dengan 18 kasus. Meskipun kasus DBD telah merenggut nyawa seorang pasien, kata Cahya, jumlah kasusnya menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-106: Makin Kacau! Pasukan Ukraina Dipaksa Mundur
"Kalau tahun-tahun sebelumnya jumlah kasus bisa mencapai 400-500 kasus dalam setahun. Selain kesadaran masyarakat untuk PHBS juga karena Sleman menerapkan program si Wolly Nyaman atau pengendalian kasus DBD dengan menyebar nyamuk ber-wolbachia karena efektif menekan kasus DBD," katanya.
Meskipun begitu, Cahya tetap mengingatkan agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penularan DBD. Caranya dengan menjaga kebersihan lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aides Aegypti. Terutama di lingkungan kosong yang tidak dihuni. Alasannya, vektor DBD umumnya muncul di lingkungan yang ditinggal penghuninya.
"Kebersihan lingkungan itu rawan menjadi sarang nyamuk. Kalau di dalam rumah saya kira sudah baik. Kecuali rumahnya ditinggal seminggu atau sebulan, di kos-kosan kami harapkan bak mandinya dikosongkan," katanya.
Cahya meminta masyarakat juga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3 M terutama di wilayah-wilayah endemik. Seperti menguras tempat yang menjadi perindukan nyamuk dan menutup rapat tempat penampungan air. Memanfaatkan kembali atau menyimpan dengan cermat limbah barang bekas seperti botol yang berpotensi menjadi genangan dan tempat perkembangbiakan nyamuk, serta mengaktifkan Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan jumlah temuan kasus DBD tahun ini lebih rendah dibandingkan temuan selama 2021 sebanyak 282 kasus dengan satu kasusmeninggal dunia. Jumlah temuan tahun ini merosot tajam jika dibanding kasus 2020 lalu dengan temuan 810 kasus dan 2 meninggal dunia.
Meski kasus DBD rendah, Dinkes tetap mengingatkan agar masyarakat tetap mewaspadainya. Dinkes, melalui Puskesmas terus melakukan kegiatan penyelidikan epidemiologi di wilayah kasus untuk memantau angka bebas jentik dan mencari kasus serupa di dusun dan sekitarnya. "Kami terus memberikan penyuluhan kepada warga bersama lintas sektor untuk mengingatkan kembali tentang program pemberantasan sarang nyamuk," kata Yuli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Jumat 3 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
DPRD DIY menilai pelaksanaan RTRW DIY 2023-2043 belum optimal. Pansus menemukan kesenjangan antara rencana tata ruang dan pembangunan.
Seorang satpam ditemukan meninggal di pos jaga perumahan di Kasihan, Bantul. Polisi menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 3 Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, Drive Thru, SIM MAMI, dan syarat perpanjangan SIM.
Evaluasi Kemendikdasmen menunjukkan 98 persen siswa lebih memahami materi berkat Papan Interaktif Digital dalam pembelajaran.