Limbah Tambang Bisa Diolah Ramah Lingkungan, Namanya Backfilling
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Festival Upacara Adat 2018 yang digelar di Alun-Alun Wates, Kulonprogo, tahun lalu./Istimewa-Dokumen Disbud DIY
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar Festival Upacara Adat Tahun 2022, yang diikuti oleh 17 kontingen dari wilayah kapanewon (kecamatan) yang ada di Sleman.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan pembukaan Festival Upacara Adat Tahun 2022 dengan memukul gong dalam acara di halaman Gedung Serbaguna Kantor Pemerintah Daerah Sleman pada Sabtu (11/6/2022).
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Edy Winarya mengatakan, penyelenggaraan Festival Upacara Adat Kabupaten Sleman merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan budaya dan tradisi lokal Kabupaten Sleman.
"Festival ini juga untuk memperkenalkan adat dan tradisi di Sleman kepada masyarakat Sleman dan masyarakat luas," katanya.
Ia menjelaskan bahwa festival upacara adat menampilkan berbagai upacara adat yang ada di wilayah Kabupaten Sleman dalam arak-arakan di depan tamu kehormatan.
BACA JUGA: Buntut Kasus Suap, Izin Hotel Besar Kini Dibidik Pemkot Jogja untuk Ditelusuri
Peserta Festival Upacara Adat 2022, yang berlangsung di Gedung Kesenian Sleman, meliputi perwakilan dari 17 kapanewon. Mereka akan dinilai oleh tiga juri yang terdiri atas akademisi, budayawan, serta praktisi seni dan budaya.
Bupati Sleman menyebut Festival Upacara Adat sebagai salah satu upaya strategis untuk melestarikan warisan budaya sekaligus melakukan edukasi untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda pada seni dan budaya Bumi Sembada.
"Keberadaan seni, budaya, dan tradisi selain menjadi warisan berharga bagi generasi setelah kita juga menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata di Kabupaten Sleman," katanya.
"Diharapkan kegiatan festival ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan besarnya potensi seni dan budaya yang kita miliki sehingga sudah seharusnya kita berbangga diri atas kekayaan budaya yang kita miliki," ia menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.