Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, BANTUL--Setelah ramai diberitakan dan mendapat periksaan dari Ombudsman RI (ORI) perwakilan DIY terkait kasus SMP Muhammadiyah Banguntapan yang diduga tak membolehkan siswa ikut Ujian Akhir Sekolah (UAS) karena menunggak pembayaran sekolah, Muhammadiyah Pimpinan Wilayah DIY angkat bicara.
Ketua Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Achmad Muhammad, menjelaskan kasus tersebut merupakan persolan komunikasi yang tidak selesai namun sudah dilaporkan ke ORI DIY hingga disorot media.
"Ada miskomunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa sehingga menimbulkan ketidaknyamanan di pihak orang tua. Belum terselesaikan komunikasi itu, tapi sudah kemudian mengadukan masalah tersebut ke ombudsman," ujarnya, Rabu (15/6/2022).
Ia menegaskan kebijakan administratif yang dibuat sekolah bukan berarti menjadikan layanan pendidikan diskriminatif. "Yang terpenting ada niat baik dan komitmen dari semua pihak baik orang tua maupun sekolah untuk mengkomunikasikan dan menyelesaikan permasalahan," katanya.
BACA JUGA: Sultan Singgung Orang Tua Sewa Rumah Dekat Sekolah Agar Lolos Zonasi PPDB
Dalam kasus tersebut, ketika pengumuman yang tidak memperbolehkan siswa ikut ujian itu disampaikan, sebenarnya sekolah berharap ada komunikasi lebih lanjut dari orang tua agar dicari bersama solusinya.
Ia mengklarifikasi terkait salah satu siswa yang dikabarkan bisa mengikuti ujian tapi di ruang terpisah, bukan berarti membedakannya dari peserta lain, namun karena siswa tersebut baru bisa mgnikuti ujian saat waktu sudah hampir habis.
"Sehingga ketika disatukan dengan kelas tersebut anak itu yang akan minder yang lain sudah selesai, dia sendirian. Maka diberi ruang sendiri. Jadi tidak ada maksud diskriminasi, justru menyelamatkan psikologi anak agar tidak terpengaruh teman lain yang sudah hampir selesai," ungkapnya.
Ia menegaskan sekolah sudah berusaha berkomunikasi dengan orangtua atau wali murid untuk menunaikan tugas dan tanggung jawabnya dalam berkontribusi pembiayaan sekolah di berbagai kesempatan pertemuan orang tua/wali murid secara periodik secara komunikatif dan transparan.
"Bahkan, berupaya bersama-sama dengan Majelis dan Lembaga Muhammadiyah seperti Lazismu Muhammadiyah untuk menggenapi akses ketersediaan dana melalui Dinas Dikpora Bantul dan Dinas Sosial untuk membantu kesulitan orangtua wali murid berkontribusi dalam pembiayaan sekolah," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Paparan sound horeg selama satu jam disebut bisa memicu penurunan pendengaran. Dokter menjelaskan risiko dan cara perlindungannya.
Wisata Bromo kembali dibuka mulai 19 September 2026 setelah kawasan dinyatakan aman pascakebakaran. Simak aturan tiketnya.
iPhone 18 Pro dan Pro Max mulai dijual di 65 negara. Indonesia belum masuk gelombang pertama. Simak harga dan jadwal berikutnya.
Bawa anak ke rumah sakit rujukan? Simak proses rujukan bayi dan anak serta peran TeleNICU dan TelePediatrics.
Prabowo-Gibran hadir di HUT ke-28 PAN dengan batik. Zulhas juga menyampaikan pernyataan soal Prabowo dalam acara di JICC Senayan.