Meluas, Penyakit Mulut dan Kuku pada Ternak di Bantul Tembus 1.220 Kasus

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jum'at, 17 Juni 2022 19:17 WIB
Meluas, Penyakit Mulut dan Kuku pada Ternak di Bantul Tembus 1.220 Kasus

Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK di Kapanewon Srandakan, Senin (13/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah

Harianjogja.com, BANTUL—Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Bantul terus meluas. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bantul, Joko Waluyo, menyebut hingga Kamis (16/6/2022), total kasus PMK di seluruh wilayah Bantul telah mencapai 1.220 kasus.

Jumlah ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding hari sebelumnya, yakni sebanyak 111 kasus.

BACA JUGA: Tarik Rem Terus Sampai Blong, Pemotor Sekeluarga Celaka di Cinomati

“Hewan yang mati ada lima dan yang sembuh juga lima. Hewan sembuh ketika gejala klinis PMK sudah tidak ada,” ujarnya, Jumat (17/6/2022).

Pleret menjadi kecamatan atau kapanewon dengan kasus PMK terbanyak yakni 643 kasus. Zona merah PMK selain Pleret kini ditambah Kapanewon Pundong dengan jumlah PMK sebanyak 190 kasus. Hanya tinggal satu kapanewon yang masih nihil kasus PMK yakni Kapanewon Bantul.

Selain ketiga kapanewon tersebut, jumlah kasus PMK di setiap kapanewon meliputi Sedayu 23 kasus, Kasihan 28 kasus, Sewon 20 kasus, bantungtapan 81 kasus, Piyungan 41 kasus, Dlingo 22 kasus, Imogiri 79 kasus, Jetis 86 kasus, Pajangan 18 kasus, Pandak 25 kasus, Bambanglipuro satu kasus, Kretek 55 kasus, Sanden 18 kasus dan Srandakan satu kasus.

BACA JUGA: Abimanyu, Sapi Kurban Pilihan Jokowi dari Sleman Milik Anak Yatim

Meski PMK meluas, pasar hewan di Bantul tetap buka. Guna mengantisipasi penularan, ternak dari luar daerah wajib mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

“Ternak dari luar dikarantina 14 hari, setelah itu kami periksa dan keluarkan SKKH,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online