Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Ilustrasi warga sedang membersihkan sisa material talut yang ambrol di Dusun Ketos, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan merelokasi sebanyak 15 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan rawan bencana gerakan tanah atau tanah longsor dan banjir tahun ini. Mereka akan direlokasi ke tempat yang aman dan menempati lahan Sultan Grond (SG).
Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo mengatakan Pemkab Bantul saat ini masih berkomunikasi dengan Pemda DIY dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk pemanfaatan lahan SG sebagai tempat relokasi bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana tanah longsor maupun banjir.
“Alokasi tahun ini sedang melakukan pendekatan atau matur kepada Ngarsa Dalem ada beberapa lahan Sultan Grond terutama di daerah Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri untuk mengalihkan masyarakat yang tinggal di rawan bencana,” kata Joko, seusai mengikuti Gladi Lapangan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di Bantul di Pendopo Pemkab II Manding, Bantul, Selasa (28/6/2022).
BACA JUGA: Padat Karya, Program Favorit yang Berdampak Langsung pada Masyarakat
Selain berkomunikasi dengan Pemda DIY dan Sultan, Pemkab Bantul juga sedang melakukan pendekatan kepada warga tinggal di kawasan rawan bencana tersebut agar mau pindah ke tempat yang baru yang lahannya akan dipersiapkan oleh Pemkab Bantul, Pemda DIY, maupun Pemerintah Pusat.
Pendekatan penting dilakukan karena tidak mudah untuk merelokasi warga yang sudah tinggal bertahun-tahun. Joko memastikan kepada warga yang akan direlokasi bahwa tanah yang ditinggalkan masih boleh untuk digarap.
“Setelah tinggal di situ [di lokasi relokasi] tanah yang ditinggalkan masih boleh digarap tapi tak boleh ditinggali. Ini demi keselamatan warga. Kita terus lakukan pendekatan mitigasi becnaa,” ujar Joko.
BACA JUGA: Beli Migor dengan Pedulilindungi, Pedagang Sembako di Bantul Belum Disosialisasi
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Penanganan Pascabencana BPBD Bantul, Suprihana menyatakan dari hasil pendataannya ada sekitar 15 KK di daerah rawan bencana yang akan rencananya akan dipindahkan ke lahan di Karangtengah. Mereka dipindah ke lokasi baru karena rawan longsor dan banjir, seperti dari kalurahan Wukirsari, Kalurahan Wonolelo dan kawasan perbukitan.
Soal waktunya, Suprihana mengaku belum bisa memastikan karena sampai saat belum ada kajian mendalam terkait dengan program tersebut.
Menurut dia, proyek rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yang rawan di lokasi bencana termasuk relokasi, pelaksnaan fisiknya akan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul.
Pihaknya mengaku saat ini BPBD Bantul tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pembangunan fisik baik rehabilitasi, rekontruksi, termasuk relokasi.
“Kami hanya mengajukan anggarannya. Sementara pengerjaan fisiknya dikerjakan oleh Dinas PU,” kata Suprihana.
Adapun total anggaran untuk rehabilitasi, rekonstruksi, dan relokasi termasuk korban Badai Cempaka beberapa tahun lalu yang diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp1,95 miliar untuk tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Donald Trump yakin konflik AS-Iran segera berakhir setelah pemilu sela AS pada November, saat Partai Republik terancam kehilangan kendali DPR.
Putus kuliah karena kendala biaya, Muhammad Audi kini menatap masa depan lewat usaha Kopi Roro dari Danais DIY 2026.
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
Banjir Nagoya sempat mengganggu latihan tim basket Indonesia. Taufik Hidayat memastikan NOC dan CdM mencari solusi.
Jelajah Edukasi Dasar ke-3 di Sleman membahas pendidikan yang memanusiakan, inovasi pembelajaran, perlindungan murid, dan masa depan pendidikan.