Proyel Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 Capai 86 Persen, Masuk Tahap Cor Beton
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 mencapai 86%. Pengerjaan kini memasuki tahap pengecoran rigid pavement di atas ring road utara Sleman.
Wisatawan bermain kano di Embung Potorono./Instagram @pemkabbantul
Harianjogja.com, BANTUL--Tewasnya satu orang setelah ikut tenggelam bersama mobil pikapnya di Embung Baturetno, Senin (30/5/2022) malam lalu menjadi pelajaran penting bagi pengelola embung sebagai ruang publik di Bantul.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menganjurkan adanya pagar pembatas di setiap embung. Selain pagar, papan peringatan dapat ditambah sebagai upaya pencegahan bencana di kawasan embung.
Pada Senin malam lalu, satu mobil pikap terjun ke dalam Embung Baturetno yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Mobil yang dikendarai ayah dan anak tersebut hilang kendali dan masuk ke dalam embung. Sebelum tercebur, mobil sempat menabrak pagar besi yang ada di kawasan embung.
"Embung mestinya ada sistem keamanan, ada yang seperti pagar. Harus ada pagar. Karena kita tidak bisa mengetahui krtika ada anak kecil bermain di sana. Itu perlu pagar paling tidak sebatas anak kecil tidak bisa jatuh," kata Kepala BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta, Selasa (31/5/2022).
BACA JUGA: Ini Ternyata Penyebab Data Kasus Covid-19 di Bantul Meningkat Beberapa Waktu Lalu
Pagar, kata Agus, harus dipasang memutar menyesuaikan bentuk embung. Dari segi bahannya, pagar dapat dibuat dari struktur besi, beton maupun bahan lainnya. "Yang penting ada pagarnya. Yang bisa untuk menanggulangi kecelakaan pada anak kecil maupun orang dewasa," tandasnya.
Pascainsiden terceburnya mobil ke dalam Embung Baturetno, Agus menilai pemasangan peringatan tambahan dapat dipasang di kawasan embung. Edukasi kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati selama beraktivitas di pinggiran sungai maupun embung harus terus digalakkan.
"Ya enggak apa-apa [dipasang peringatan tambahan] karena ada kejadian. Walaupun sebenarnya sudah tahu, bahwa embung itu peruntukannya tempat untuk menampung air," terangnya.
BACA JUGA: Tambang Ilegal di Kali Progo Merajalela, Warga Demo Minta Sultan Turun Tangan
Kegunaan embung, kata Agus, merupakan reservoir dan penampunganair hujan. Dengan air yang dapat tertampung dengan baik dalam embung, potensi bencana banjir dapat ditekan.
"Kalau di BPBD [itu] termasuk mitigasi struktural. Jadi untuk mencegah terjadinya banjir. Salah satunya untuk mencegah terhadunya banjir, karena kan air hujan bisa terakumulasi, sehingga bisa dikeluarkan sedikit demi sedikit," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 mencapai 86%. Pengerjaan kini memasuki tahap pengecoran rigid pavement di atas ring road utara Sleman.
Harga barang diprediksi naik pada akhir 2026 akibat biaya produksi dan pelemahan rupiah. Daya beli masyarakat terancam melemah.
BLT Rp900 ribu dari Kemensos cair atau tidak Juli 2026? Cek status penerima bansos lewat website dan aplikasi resmi berikut ini.
Komisi III DPR RI akan membentuk tim pengawas usai Febrie Adriansyah mundur dari Jampidsus. Penanganan kasus korupsi diminta tetap berjalan.
Kejati Jawa Tengah memastikan tidak ada penggeledahan atau pemeriksaan terkait SPPG. Aktivitas kejaksaan hanya sebatas pengumpulan data di lapangan.
Presiden Prabowo Subianto minta birokrat, TNI, Polri, dan jaksa introspeksi. Tegaskan aparatur negara milik rakyat dan korupsi tidak boleh dibiarkan.