Bupati Sleman Ajak Warga Ramaikan Pasar Tradisional lewat Gempar
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengajak masyarakat meramaikan pasar tradisional melalui Gempar di Pasar Godean.
Wisatawan bermain kano di Embung Potorono./Instagram @pemkabbantul
Harianjogja.com, BANTUL--Tewasnya satu orang setelah ikut tenggelam bersama mobil pikapnya di Embung Baturetno, Senin (30/5/2022) malam lalu menjadi pelajaran penting bagi pengelola embung sebagai ruang publik di Bantul.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menganjurkan adanya pagar pembatas di setiap embung. Selain pagar, papan peringatan dapat ditambah sebagai upaya pencegahan bencana di kawasan embung.
Pada Senin malam lalu, satu mobil pikap terjun ke dalam Embung Baturetno yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Mobil yang dikendarai ayah dan anak tersebut hilang kendali dan masuk ke dalam embung. Sebelum tercebur, mobil sempat menabrak pagar besi yang ada di kawasan embung.
"Embung mestinya ada sistem keamanan, ada yang seperti pagar. Harus ada pagar. Karena kita tidak bisa mengetahui krtika ada anak kecil bermain di sana. Itu perlu pagar paling tidak sebatas anak kecil tidak bisa jatuh," kata Kepala BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta, Selasa (31/5/2022).
BACA JUGA: Ini Ternyata Penyebab Data Kasus Covid-19 di Bantul Meningkat Beberapa Waktu Lalu
Pagar, kata Agus, harus dipasang memutar menyesuaikan bentuk embung. Dari segi bahannya, pagar dapat dibuat dari struktur besi, beton maupun bahan lainnya. "Yang penting ada pagarnya. Yang bisa untuk menanggulangi kecelakaan pada anak kecil maupun orang dewasa," tandasnya.
Pascainsiden terceburnya mobil ke dalam Embung Baturetno, Agus menilai pemasangan peringatan tambahan dapat dipasang di kawasan embung. Edukasi kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati selama beraktivitas di pinggiran sungai maupun embung harus terus digalakkan.
"Ya enggak apa-apa [dipasang peringatan tambahan] karena ada kejadian. Walaupun sebenarnya sudah tahu, bahwa embung itu peruntukannya tempat untuk menampung air," terangnya.
BACA JUGA: Tambang Ilegal di Kali Progo Merajalela, Warga Demo Minta Sultan Turun Tangan
Kegunaan embung, kata Agus, merupakan reservoir dan penampunganair hujan. Dengan air yang dapat tertampung dengan baik dalam embung, potensi bencana banjir dapat ditekan.
"Kalau di BPBD [itu] termasuk mitigasi struktural. Jadi untuk mencegah terjadinya banjir. Salah satunya untuk mencegah terhadunya banjir, karena kan air hujan bisa terakumulasi, sehingga bisa dikeluarkan sedikit demi sedikit," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengajak masyarakat meramaikan pasar tradisional melalui Gempar di Pasar Godean.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.
Komisi I DPR RI menyetujui penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara-364 melalui lelang karena sudah melewati masa manfaat teknis dan ekonomis.
DPRD Kota Jogja menyoroti data desil bansos yang dinilai tak tepat sasaran dan meminta pemutakhiran data serta antisipasi bantuan melalui APBD.
Sebanyak 11 pasangan menikah di atas tangki air. Sebanyak 25 tangki didonasikan untuk warga terdampak kekeringan di DIY.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.