Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Warga menamam tanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai Baros sebagai upaya pelestarian lingkungan dan menjaga ekosistem laut./Ist
Harianjogja.com, JOGJA—PT PLN (Persero) menyerahan bantuan penanaman dan penyulaman 5.000 bibit mangrove, di Kawasan Pesisir Pantai Baros, Kabupaten Bantul. Dukungan ini sebagai bentuk berkontribusi pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Tejo Wihardiyono, mengatakan program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk pelestarian lingkungan.
“Program penanaman dan penyulaman mangrove ini menjadi salah satu upaya PLN dalam melakukan rehabilitasi di Kawasan pesisir, sejalan dengan SDGs ke 14, yakni untuk mengelola dan melindungi ekosistem laut dan pesisir secara berkelanjutan,” terang Tejo Wihardiyono, Rabu (29/6/2022).
BACA JUGA: Sultan HB X Jadi Tokoh Pemersatu Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang
Dalam melaksanakan program tersebut, PLN berkolaborasi bersama Yayasan IKAMat dan Karang Taruna serta Kelompok Tani setempat yang tergabung dalam Keluarga Pemuda Pemudi Pantai Baros.
Secara bersama-sama, sebanyak 5000 bibit mangrove jenis Rhizophora akan ditanam, dimonitoring selama 3 bulan dan kemudian dilakukan penyulaman, apabila terdapat bibit mangrove yang gagal tanam. Adapun pemilihan jenis ini, dengan mempertimbangkan kondisi substrat, budaya masyarakat lokal, serta keunggulan jenis ini dimana jenis Rhizopora memiliki perakaran yang lebih rapat dan kuat, sehingga sering ditanam untuk tujuan penanggulangan abrasi pada wilayah pesisir.
Direktur Yayasan IKAMaT, Ganis Riyan Efendi, mengatakan program rehabilitasi mangrove melalui penanaman dan penyulaman ini tidak hanya berdampak secara ekologi, namun juga memberikan dampak pada sektor ekonomi.
“Saat ini, pemanfaatan mangrove untuk meningkatkan pendapatan ekonomi telah menjadi tren yang banyak diminati pegiat mangrove, baik dari pemanfaatan buahnya menjadi olahan jajanan dan batik mangrove, hingga mengelola ekowisata mangrove,” terang Ganis.
BACA JUGA: Korupsi Eks Direktur RSUD Wonosari Rugikan Negara Rp470 Juta
Ia berharap, bahwa program dapat dilakukan secara berkala dan konsisten, untuk menjamin keberlangsungan ekosistem mangrove dimasa mendatang. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Keluarga Pemuda Pemudi Pantai Baros, Cholis. Menurutnya, program rehabilitas Kawasan mangrove dapat membawa dampak yang besar terhadap para kelompok tani setempat.
“Luasan mangrove yang besar membuat daerah pantai kami terlindungi dan hasil ikan jadi lebih banyak, karena hutan mangrove juga berfungsi sebagai tempat pemijahan. Tentu kami berharap keberlanjutan program ini dapat menghidupkan roda perekonomian masyarakat dikawasan pesisir,” pungkas Cholis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.