Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Saryanto/Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata penting dilakukan oleh Pemkab Bantul di tengah transisi pandemi menjadi endemi Covid-19. Pasalnya, sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat tinggi demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bantul.
“Upaya pemerintah dalam meningkatkan ekonomi dari sektor pariwisata pascapandemi memang menjadi salah satu potensi besar dalam pemulihan ekonomi,” kata Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Saryanto, Minggu (17/7/2022).
Saryanto mengatakan PAD Pariwisaata sebelum pandemi bisa mencapai Rp32 miliar. Sementara selama pandemi dua tahun terakhir hanya dapat separuhnya.
Untuk itu, politikus Partai Gerindra ini mengapresiasi pemerintah yang sudah memberikan kelonggaran masyarakat dalam beraktivitas. Dengan begitu, dia pun optimistis perekonomian sektor pariwisata kembali menggeliat, terlihat dari mulai banyaknya kunjungan wisatawan ke Bantul baik wisatawan lokal, maupun wisatawan mancanegara dengan adanya kelonggaran.
BACA JUGA: Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Dispar Berencana Gandeng Desa untuk Tambah Tenaga
Dengan adanya kunjungan wisata, perekonomian warga sekitar wisata juga meningkat karena wisatawan banyak membelanjakan uangnya di sekitar objek wisata.
Begitu pula dengan okupansi hotel-hotel berbintang sampai kelas melati juga sudah mulai meningkat.
Kondisi tersebut cukup menggembirakan. Itulah sebabnya, Saryanto meminta Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul untuk lebih berani meningkatkan target PAD minimal sama dengan sebelum pandemi Covid-19.
“Syukur bisa melebihinya. Namun tetap diperlukan kewaspadaan karena Bantul saat ini dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level I. Di sisi lain pemerintah ingin memulihkan ekonomi, tetapi di sisi lain juga perlu kewaspadaan karena ancaman Covid-19 masih ada meski kasusnya saat ini sudah melandai,” kata Saryanto.
Selain itu, upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah juga perlu dukungan oleh semua unsur baik pelaku usaha maupun masyarakat agar pemulihan ekonomi terus berkelanjutan.
BACA JUGA: Jemek Supardi Dimakamkan di Makam Seniman Imogiri
Tak cuma sektor pariwisata, Saryanto juga meminta Pemkab untuk mendorong soktor pertanian dam industri karena sektor tersebut juga penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di Bantul.
Tiga sektor itu, yakni pariwisata, pertanian, dan industri juga memiliki daya dukung yang cukup kuat baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan berbagai pihak yang peduli pada sektor tersebut baik dunia usaha maupun pemerintah.
Selain itu Saryanto juga meminta Pemkab Bantul untuk mendampingi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar naik kelas dengan berbagai pelatihan dan bantuan usaha. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 lalu ada sekitar 120.000 UMKM di Bantul. Pelatihan bisa berupa pelatihan pengemasan hingga pelatihan penjualan online dan cara pemanfaatan teknologi, “Kalau UMKM yang sudah jalan didampingi pelatihan agar mandiri, kalau yang belum jalan diberi modal agar usahanya tetap jalan,” katanya.
BACA JUGA: Gelombang Tinggi Robohkan Warung-Warung di Pantai Depok
Saryanto merupakan anggota DPRD Bantul periode 2019-2024, tetapi dunia politik sudah ia geluti sejak 1995 silam. Mantan kepala Dusun Blawong I, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis ini sering membantu para caleg dan banyak calon maupun calon kepala desa yang dia bantu berhasil. Baik caleg nasional, provinsi, maupun kabupaten.
Bermoodal menjadi sukarelawan itulah, ayah dari dua anak ini ikut mencalonkan diri pada 2019 lewat partai Gerindra dan terpilih. Pria kelahiran 15 Februari 1969 ini mencalonkan diri karena ingin memawal aspirasi masyarakat tentang pembangunan khususnya di daerah pemilihannya. “Saya ingin bermanfaat buat masyarakat,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Renovasi Mandala Krida dikaji UGM selama 5 bulan. Tribun timur yang bergoyang jadi sorotan, Pemda DIY diminta hati-hati.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang. Simak jalannya pertandingan, daftar pencetak gol, dan susunan pemain lengkap.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.