SD Negeri di Tanjungsari Gunungkidul Dibobol Maling Proyektor Raib
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
Seorang pengendara motor melintas di depan bekas SD Negeri Candirejo 2 di Kalurahan Candirejo, Semin. Sekolah ini ditutup karena kekurangan murid. Senin (18/7/2022)-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pendidikan Gunungkidul menutup kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Candirejo 2 di Dusun Blembem, Candirejo, Semin. Para siswa dipindahkan ke sekolah lain yang terdekat. Penggabungan ini merupakan langkah awal karena masih ada 14 SD yang akan digabung dengan sekolah lain.
Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Taufik Aminunddin mengatakan, terus melakukan kajian berkaitan dengan wacana penggabungan sekolah. Pasalnya, hingga sekarang banyak sekolah yang mengalami kekurangan murid.
Berdasarkan kajian yang dilakukan, ada 15 SD yang berpotensi digabung. Hingga pertengahan Juli ini, baru SD Negeri Candirejo 2 di Kalurahan Candirejo, Semin yang siswanya digabungkan dengan sekolah lain. Adapun penggabungan dilaksankaan di awal Februari lalu.
“Untuk 14 sekolah lainnya belum bisa terlaksana,” kata Taufik, Senin (18/7/2022).
BACA JUGA: Waduh! WhatsApp, Facebook, Instagram Terancam Diblokir Kemkominfo Dua Hari Lagi!
Menurut dia, penggabungan sekolah ini berlangsung cepat karena direncanakan di akhir 2021, tapi pda Februari 2022 sudah bisa terlaksana. “Salah satu faktor digabung karena kekurangan murid,” katanya.
Disinggung berkaitan dengan 14 SD lain yang akan digabung, Taufik mengaku masih melakukan kajian. Ia berpendapat meski ada kekurangan murid tak lantas bisa langsung digabung. “Kita lihat dulu. Misal di kawasan itu ada sekolah lain atau tidak. Yang jelas, apabila dalam tiga tahun jumlah murid kurang dari 60 siswa, maka masuk kajian untuk digabung,” katanya.
Mantan Guru SD Negeri Candirejo 2, Pramesti Utami mengatakan, sekarang pindah mengajar ke SD Negeri Bulurejo 2 di Kapanewon Semin. Ia mengatakan, kepindahan mengajar karena sekolah lama digabung dengan sekolah lainnya. “Dulu saya memang mengajar di SD Negeri Candirejo 2, tapi setelah digabungkan pada Februari lalu, maka pindah ke sekolah lain,” katanya.
Menurut dia, penggabungan dilakukan karena jumlah murid yang tidak memenuhi standar penyelenggaraan belajar mengajar. Sebelum ditutup, total siswa dari kelas satu hingga enam berjumlah 25 anak. “Idealinya satu rombongan belajar dalam satu kelas ada 20 anak, tapi itu tidak bisa terpenuhi,” katanya.
Pramesti mengungkapkan, pasca-penggabungan siswa di SD Negeri Candirejo 2 pindah ke sekolah lain yang masih di Kalurahan Candirejo. “Paling banyak ke SD Negeri Candirejo 1,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
iPhone 17 pimpin pasar global Q1 2026, Apple kuasai 3 besar, Samsung dan Xiaomi bertahan di segmen entry level.
Polres Kulonprogo petakan 30 geng pelajar untuk cegah kejahatan jalanan. Simak langkah preventif Pemkab dan kepolisian di sini.
FIB Bronze Jogja 2026 jadi ajang penting pembinaan padel Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia dan Asian Games.
BNI ini salah satu bank nasional dengan jaringan internasional yang cukup besar. Kami menjadi penghubung antara dunia internasional dengan Indonesia, baik inbou
Jogja Run D-City 2026 meriahkan Jogja. Tiket peserta disalurkan untuk beasiswa, hadiah hingga Rp25 juta dan hiburan spektakuler.