Alasan Siswa Sekolah Rakyat dari Gunungkidul Belajar di Sleman-Bantul
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Pengunjung saat mengangantre untuk menyusuri Goa Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo. Jumat (6/5/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul melatih pemandu gua selama tiga hari untuk meningkatkan kapasitas para pemandu dan merintins pembentukan asosiasi pemandu gua.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Muhammad Arif Aldian mengatakan pelatihan diikuti 40 pemuda yang berasal dari perwakilan 18 kapanewon di Gunungkidul. Pelatihan sudah berlangsung sejak Senin (18/7/2022) dan berakhir pada Rabu (20/7/2022).
BACA JUGA: Gelombang Tinggi di DIY Bakal Menurun Beberapa Hari ke Depan, Ini Kata BMKG
Menurut dia, pelatihan digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas pemandu wisata, khususnya untuk susur gua. Sebab, potensi wisata minat khusus ini belum dioptimalkan.
Pelatihan ini berisi tentang aspek keselamatan selama penyusuran. Selain itu, pelatihan juga mengendepankan konservasi sehingga pelaksanaan jasa wisata susur gua tidak merusak lingkungan sekitar.
“Output pelatihan yang ingin dicapai agar peserta mengetahui Standar Keselamatan Kerja Nasional Indonesia [SKKNI] dalam melaksanakan kegiatan kepemanduan,” imbuh mantan Kepala Bagian Organisasi, Setda Gunungkidul ini.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Gunungkidul Setyo Hartanto. Menurut dia, pelatihan juga menggandeng sejumlah komunitas seperti Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia (Hikepsi) dan juga Acintyacunyata Speleological Club (ASC).
BACA JUGA: Tim Bimasakti UGM Juarai Kompetisi Mobil Balap di Belanda
Pelatihan terdiri dari persiapan dan pelaksanaan susur gua, informasi tentang gua dan lingkungannya. Juga ada pengelolaan keamanan dan keselamatan, intepretasi kepemanduan goa. “Tentunya juga ada penyelengaraan kegiatan wisata gua pada masa penanganan Covid-19,” kata Setyo.
Menurut dia, pelatihan digelar sebagai rintisan untuk pembentukan kepengurusan organisasi Himpunan Pemandu Susur Gua Kabupaten Gunungkidul. Organisasi diharapkan dapat menjadi wadah bagi pemandu-pemandu gua untuk memperkuat jaringan, peningkatan pengetahuan tentang pengelola goa sehingga potensinya dapat terkelola dengan maksimal dan professional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.