Geely Buka Dealer di Jogja, Bidik Penjualan hingga 60 Unit per Bulan
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
Perwakilan manajemen klub, suporter dan panpel berfoto bersama seusai pernyataan sikap di Mapolda DIY, Kamis (21/7/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, SLEMAN -- BRI Liga 1 musim 2022-2023 segera kick off mulai Sabtu (23/7/2022). Menyambut digelarnya kompetisi tersebut, pihak klub dan suporter bersepakat untuk menjaga suasana agar tetap kondusif selama digelarnya kompetisi.
Hal itulah yang dilakukan oleh manajemen dua klub DIY, PSIM Jogja dan PSS Sleman beserta panitia pelaksana dan suporter kedua tim, di Mapolda DIY, Kamis (21/7/2022).
BACA JUGA: Membangun Literasi untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Sleman
Diketahui, PSS Sleman akan berlaga di BRI Liga 1, sedangkan PSIM akan berlaga di kasta kedua. Kedua tim memang dikenal memiliki basis fan yang besar dan fanatik.
Wakapolda DIY Brigjen Pol. R. Slamet Santoso mengatakan kompetisi yang sudah dibangun sejak awal hingga mengantarkan PSS Sleman dan PSIM Jogja di Liga 1 dan Liga 2. Jangan sampai ternodai karena ulah suporter atau pihak lainnya. Melalui pernyataan sikap ini diharapkan pertandingan bisa berjalan dengan baik.
"Saya berharap pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 ini harus dikelola secara sungguh-sungguh agar bisa dijadikan gambaran pada pelaksanaan pengamanan sepakbola yang akan dihadapi kedepan," ucapnya dalam konferensi pers, Kamis.
Penandatanganan komitmen tersebut, kata dia, bisa menjadi contoh bagi tim dan suporter lain di Indonesia untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jogja.
BACA JUGA: Cerita Wisudawan UGM yang Meninggal Sebelum Diwisuda, Akhirnya Diwakili Ayah & Ibu
Menurutnya event apapun, baik musik maupun olahraga akan memberikan dampak perekonomian di Jogja apabila berlangsung dengan aman dan tertib.
"Pada saat menjamu tim-tim lain, kita tunjukkan inilah Jogja, aman, lancar, tertib. Kalau misal kalah jangan ngresulo [mengeluh], kalau menang jangan jemawa. Enggak perlu merusak stadion," ucapnya.
Lebih lanjut dia meminta kepada panitia pelaksana hingga suporter baik PSS Sleman dan PSIM Jogja untuk menjaga keamanan dan ketertiban. "Dibikin yang kompak-kompak saja, yang enak-enak saja," pintanya.
Pembacaan sikap disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja, Wendy Umar, mewakili manajer klub, panitia pelaksana, dan suporter. Salah satunya berisi bahwa manajer klub, panitia pelaksana, dan ketua suporter akan menjunjung tinggi sportivitas olahraga sepakbola Liga 1 dan 2 di DIY.
Selain itu koordinasi juga akan selalu dilakukan bersama dengan aparat keamanan demi tercapainya pertandingan yang aman dan lancar.
Manajemen klub, panitia pelaksana, dan ketua suporter juga diminta menaati aturan PSSI terkait dengan kapasitas stadion selama masa PPKM di wilayah DIY.
Sementara pernyataan sikap dari suporter akan selalu mentaati peraturan lalu lintas, tidak akan melakukan hal-hal yang mengganggu jalannya pertandingan, turut serta menjaga keamanan dan ketertiban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.