Paguyuban Klaim Malioboro Kini Ramai karena Skuter Listrik

Triyo Handoko
Triyo Handoko Jum'at, 22 Juli 2022 21:37 WIB
Paguyuban Klaim Malioboro Kini Ramai karena Skuter Listrik

Pengguna skuter listrik di kawasan Malioboro, Jogja, Minggu (9/1/2022). - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Harianjogja.com, JOGJA--Paguyuban skuter listrik berencana menemui Gubernur DIY Sri Sultan HB X terkait pelarangan aktivitas mereka di kawasan wisata Malioboro dan Tugu Jogja. Paguyuban menawarkan sejumlah solusi dan menolak direlokasi ke tempat lain. Mereka juga mengklaim Malioboro kini ramai berkat keberadaan skuter listrik.

Ketua Paguyuban Skuter Listrik Mataram-Malioboro Sumantri menegaskan menolak relokasi. “Kalau direlokasi ke Kotabaru, kami menolak karena disana sedikit wisatawan,” ujarnya, Jumat (21/7/2022).

Sumantri menilai justru berkat skuter listrik kawasan wisata Malioboro semakin ramai, terutama setelah pandemi.

“Kami kalau negosiasi menawarkan untuk membatasi pengusaha skuter listrik yang beroperasi dan memberlakukan jam operasional,” jelas Sumantri. Dua tawaran tersebut, menurut Sumantri, sudah cukup bisa mencapai titik temu antara pemerintah dan paguyuban skuter listrik.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Berang Skuter Listrik Masih Berkeliaran

Penolakan relokasi juga disampaikan Ketua Paguyuban Skuter Listrik Tugu Agus Riyanto. “Kalau direlokasi tidak ada jaminan kalau kami punya penghasilan yang mencukupi, sama saja dengan dilarang,” ujarnya, Jumat (21/7/2022).

Agus berharap masih bisa beroperasi di kawasan Tugu. “Soalnya kami sudah promosi dan dikenalnya di Tugu kalau dipindah belum tentu laku juga,” kata dia.

Paguyuban Skuter Listrik rencananya akan didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jogja untuk beraudiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online