8 SPPG di Gunungkidul Belum Beroperasi, Ribuan Siswa Tunggu MBG
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Rumah milik Sabarisman, warga Jeruksari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari ludes terbakar, Minggu (24/7/2022) siang. Kendati tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi korban menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Kapolsek Wonosari, Kompol Edy Purnomo mengatakan peristiwa kebakaran yang terjadi tidak ada yang mengetahui persis. Meski demikian, diduga kebakaran terjadi karena percikan tungku yang dipergunakan memanasi sayur yang kemudian menyambar dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu.
“Kejadiannya sekitar pukul 09.30 WIB. Kali pertama diketahui seorang warga yang sedang mengecat di samping rumah milik korban,” katanya, Minggu siang.
BACA JUGA: Makan Seafood di Tepi Pantai Pulangsawal, Berapa Harganya?
Perisitiwa kebakaran langsung dilaporkan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran, BPBD Gunungkidul. Edy memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi korban mengalami kerugian yang tidak sedikit karena rumah ludes terbakar. “Sudah ada upaya pemadaman, tetapi rumahnya ikut terbakar semua,” katanya.
Sementara Kepala Sub Bagian Tata Usaha, UPT Pemadam Kebakaran, BPBD Gunungkidul, Ngadiyono menjelaskan, proses pemadaman api melibatkan empat unit mobil pemadam. Upaya ini baru berhasil setelah hampir satu jam memadamkan dengan air yang dibawa mobil tangki. “Total ada lima tangki agar api biar bisa benar-benar padam,” katanya.
Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, istri korban sempat mengalami syok karena melihat rumahnya terbakar sehingga dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan.
Hasil perhitungan sementara diperkirakan kerugian mencapai Rp80 juta. “Rumahnya terbakar semua, tetapi tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Ngadiyono berharap peristiwa ini mejadi pelajaran sehingga kejadian yang sama tidak terulang. Oleh karena itu, dia meminta kepada warga untuk lebih berhati-hati setiap beraktivitas, baik saat di dalam atau di luar rumah. “Kalau mau beraktivitas di luar, sebaiknya mengecek terlebih dahulu agar semua benar-benar aman saat ditinggal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Pendaftar Magang Nasional 2026 Tahap 1 mencapai 300 ribu orang untuk memperebutkan 50 ribu posisi magang yang disediakan pemerintah.
DPRD Bantul mengawasi persiapan Pilur serentak di 30 kalurahan untuk memastikan tahapan berjalan transparan dan bebas politik uang.
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.