Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H Digelar Hari Ini, Ini Jadwal Lengkapnya
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Nindy Yunia Sarah, 29, influencer media sosial asal Dayakan, Sardonoharjo Ngaglik, Sleman, saat mempromosikan salah satu produk UMKM, Rabu (27/7/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Masalah pemasaran sering kali menjadi kendala pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka. Namun berkat Nindy Yunia Sarah, 29, influencer media sosial asal Dayakan, Sardonoharjo Ngaglik, Sleman, kendala pemasaran produk UMKM tidak menjadi soal.
Perempuan yang sangat aktif di sosial media sejak setahun terakhir ini pun siap untuk membantu para pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka di akun Instagram @nindyys secara gratis. “Saya memilih membantu UMKM untuk bisa berjualan melalui platform sosial media, gratis. Terutama bagi UMKM yang baru mulai berjualan,” kata Nindy, Rabu (27/7/2022).
BACA JUGA: Di Jalur Pansela Gunungkidul, Kampung Jadi Puing dan Rumah Beralih Megah
Ia mengaku senang dapat membantu pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan penjualan produknya. Apalagi jika penjualannya diminati konsumen.
“Saya seperti merasakan energi positif kalau produk UMKM yang saya promosikan laris setelah saya promosikan. Ini yang membuat saya senang membantu pelaku UMKM,” ujarnya.
Nindy mengaku kerap mengunggah turorial hijab atau fashion di akun medianya. Ia kemudian aktif menjadi influencer. Ia mengembangkan produk skincare yang sejak 2017 dengan lebih dahulu membangun brand image hingga mendapat atensi warganet di Instagram.
Followers-nya pun bertumbuh sangat cepat, di atas 121.000 dari awalnya hanya 5000. Secara autodidak, Nindy mempelajari semua seluk beluk medsos. Kapan waktu posting yang tepat dan konten yang menarik. Padahal sebelumnya, Nindy bekerja di salah satu BUMN di Jakarta. “Saya resign karena ikut suami ke Jogja dan menekuni dunia media sosial,” ujarnya.
Nindy rutin mengunggah sembilan konten dalam satu hari. Ia mengunggah enam konten untuk Tiktok dan tiga untuk akun Instagram. Konsistensi yang Nindy lakukan pun menjadi inspirasi bagi banyak perempuan. Nindy pun memberikan endorsement dari beberapa produk besar di DIY yang membawa keuntungan bagi dirinya.
“Saya tidak ingin menikmati ini sendiri. Sebagai wujud syukur, saya harus bisa bermanfaat bagi sesama. Jadilah saya memberikan free promote bagi UMKM yang baru merintis usaha. Ini sangat menyenangkan,” katanya.
Dia mencontohkan salah satu penjual jamu lokal yang membutuhkan promosi, setelah dipromosikan melalui Instagram, dagangannya laris.
Sejak tahun lalu, Pemkab Sleman mulai memberikan penghargaan kepada influencer yang dinilai peduli terhadap ekonomi kerakyatan. Pemberian penghargaan dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman.
BACA JUGA: Menelusuri Jejak Keislaman di Kraton Jogja dan Kadipaten Pakualaman
Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan penghargaan diberikan sebagai apresiasi kepada influencer yang berperan aktif dalam mempromosikan produk-produk industri kecil menengah (IKM) di Sleman.
“Influencer dengan konten-konten kreatifnya dan followers-nya yang cukup banyak memiliki loyalitas tinggi, memang menjadi mitra dan sahabat bagi IKM untuk menggerakan ekonomi masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.