RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Jembatan kali Belik atau sering disebut jembatan Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul akan dibangun ulang.
Untuk itu, akan ada penutupan jalan tepatnya di barat simpang Jejeran di mulai 8 Agustus sampai 150 hari ke depan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Bobot Arifiaidin mengatakan pembangunan jembatan Jejeran dilakukan karena secara konstruksi jembatan tersebut sudah lebih dari 30 tahun dan sudah layak untuk diganti. Selain itu kondisi jembatan tersebut juga terlalu sempit.
“Jembatan itu terlalu sempit sehingga membahayakan kendaraan karena posisinya pas di barat simpang empat atau pas lampu traffick light sehingga kalau pas lampu merah antrean kendaraan terjadi. Sementara dari arah timur sulit untuk melintas karena sempit,” kata Bobot, saat dihubungi Senin (8/8/2022).
Rencananya jembatan tersebut akan dibangun ulang atau jembatan lama akan dibongkar total dan digantikan dengan jembatan baru yang lebih lebar. Adapun anggaran pembangunan jembatan tersebut adalah sekitar Rp2,9 miliar.
Jembatan tersebut nantinya akan memiliki lebar tujuh meter plus di kanan kirinya trotoar atau untuk pejalan kaki yang masing-masing satu meter. Sehingga total lebar jembatan menjadi sembilan meter. Untuk panjang jembatan sekitar 16 meter lebih panjang dari jembatan yang saat ini ada.
DPUPKP sudah melakukan kontrak dengan perusahaan pembangun jembatan. Dibutuhkan waktu sekitar lima bulan atau sampai pertengahan Desember mendatang untuk pembangunan jembatan tersebut.
“Pembangunan seharusnya sudah bisa dimulai. Tapi kami akan koordinasi dengan intansi terkait karena harus menutup total jalan,” kata Bobot.
Jalan Ditutup Total
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta mengaku sudah berkoordinasi dengan intansi terkait dalam proses penutupan jalan barat simpang Jejeran.
“Penutupan jalan di mulai 8 Agustus sampai 150 hari ke depan,” katanya.
Penutupan dilakukan dari simpang Jejeran menuju arah barat. Sementara untuk arah sebaliknya atau barat ke timur dilakukan penutupan di simpang Sudimoro di Jalan Imogiri Barat atau akses penghubung dari Jalan Imogiri Barat menuju menuju Jalan Imogiri Timur.
Namun demikian bagi masyarakat yang berkepentingan untuk ke Stadion Sultan Agung (SSA) atau warga sekitar atau warga yang ingin menikmati kuliner satai kambing sepanjang Jalan Sutan Agung menuju jembatan petugas mengizinkan untuk lewat yang dari arah barat menuju timur.
“Tapi tidak bisa melintasi jembatan, silahkan cari jalur alternatif,” ucapnya.
Lebih lanjut, Aris mengatakan proyek pembangunan jembatan yang berdampak pada penutupan jalan dari simpang Jejeran dan simpag Sudimoro itu akan berlangsung selama 150 hari atau setidaknya lima bulan ke depan. Dalam proyek tersebut masyarakat diminta untuk memaklumi dan menghindari ruas jalan yang dilakukan penutupan.
“Pemberitahuan penutupan jalan kami pasang di simpang Empat Sudimoro dan perempatan dari arah timur atau simpang Jejeran,” tandas Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Kadipaten menggelar pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan mendorong pertanian perkotaan.
PT Astra International Tbk (Astra) terus memperkuat pengembangan Desa Sejahtera Astra Sumba Timur sebagai sentra pelestarian Tenun Ikat khas Sumba
BMKG melaporkan fenomena haze menyelimuti Pulau Lombok. Jarak pandang sempat turun hingga 1 kilometer, sementara empat daerah di NTB berstatus waspada kekeringa
Dinkes DIY mengimbau warga mencukupi cairan dan mengurangi paparan sinar matahari di tengah cuaca panas yang berpotensi meningkatkan risiko ISPA.
Ketua Banggar DPR Said Abdullah menolak usulan kenaikan gaji kepala daerah. Menurutnya, pemerintah perlu memprioritaskan stabilitas fiskal negara.