KAI Daop 6 Jogja Tutup 38 Perlintasan Liar demi Keselamatan
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Pengendara melintas di Jembatan Kewek pada Minggu (23/11/2025). Pemkot Jogja berencana merehabilitasi jembatan tersebut tahun depan. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah warga merespons positif terkait rencana rehabilitasi Jembatan Kleringan atau yang akrab disebut Jembatan Kewek yg sudah rapuh. Warga memberikan kesaksian bahwa jembatan tersebut setidaknya sudah sekitar 60 tahun belum pernah diperbaiki.
Sejumlah kekhawatiran pun muncul ketika tidak segera diperbaiki. Pasalnya jembatan tersebut berada di kawasan permukiman padat penduduk. Oleh karena itu warga pun berharap rehabilitasi jembatan bisa segera dilakukan.
"Perbaikan menyeluruh terhadap jembatan tersebut diperlukan, apalagi setelah tahu kondisi struktur jembatan tersebut yang hanya tersisa beberapa persen. Tentu kami mendukung [rencana Pemkot Jogja merehabilitasi Jembatan Kewek], supaya tidak ada korban,” kata Sekretaris RT 03, Ledok Tukangan Tarno, Senin (24/11/2025).
Ia tak menampik adanya potensi kekhatawiran terhadap kondisi jembatan tersebut. Khususnya ketika jembatan tersebut tetap dipaksakan untuk dilalui pengguna jalan pengendara secara terus menerus. Kondisi struktur jembatan tk lagi kokoh dikhawatirkan menimbulkan dampak pada lingkungan sekitar jembatan.
Mengingat jembatan tersebut terletak di sekitar pemukiman padat penduduk. Selain itu, aktivitas warga di sekitar jembatan tersebut pun tinggi. Dalam proses perbaikan tersebut, dia pun berharap warga sekitar dilibatkan. “Kami mendukung pembangunannya [Jembatan Kewek]. Apalagi kalau warga bisa dilibatkan,” ujarnya.
Sementara, warga Ledok Tukangan, Mizan memberikan kesaksian bahwa jembatan tersebut memang belum pernah diperbaiki sejak puluhan tahun lalu. Pria yang sudah tinggal di sekitar jembatan tersebut sejak 60 tahun lalu mengaku tidak pernah melihat rehabilitasi jembatan tersebut.
"Saya rasa dari dulu enggak ada perbaikan serius di jembatannya, [perbaikan] paling cuma pemeliharaan [jalan]. Karena itu, kami berharap [jembatan] bisa diperbaiki, karena takutnya membahayakan [pengguna jalan dan warga setempat],” katanya.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menyampaikan kondisi struktur jembatan tersebut hanya tersisa 10-20%. Kondisi tersebut membuat Pemkot Jogja memprioritaskan perbaikan jembatan tersebut dalam tahun depan. Sementara di tahun ini, Pemkot Jogja telah merancang Detail Enginering Detail (DED) sebagai langkah awal untuk perbaikan jembatan tersebut.
Hasto pun menyebut Pemkot Jogja telah menghitung prakiraan kebutuhan anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut. Meski begitu, sumber pendanaan perbaikan tersebut masih belum ditentukan.
"Itu [anggarannya] bisa sampai sekitar Rp12 miliar. Kami minta [anggaran] ke pusat, minta ke APBN. Sama alternatif ke provinsi juga, tapi masih berjuang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.
Florentino Perez membantah isu sakit keras, menyerang media, dan mempercepat pemilu Real Madrid di tengah krisis klub musim 2026.