Kuota Transmigrasi Bantul Anjlok, 2026 Hanya Satu KK Diberangkatkan
Kuota transmigrasi Bantul 2026 turun drastis. Dari tiga KK pada tahun lalu, kini hanya satu KK yang mendapat kesempatan berangkat.
Suasana peresmian Jembatan Kabanaran yang menjadi simpul konektivitas baru antara Kabupaten Kulonprogo dan Bantul resmi dioperasikan penuh pada Rabu (20/11/2025). Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Jembatan Kabanaran yang menjadi simpul konektivitas baru antara Kabupaten Kulonprogo dan Bantul resmi dioperasikan penuh pada Rabu (20/11/2025). Infrastruktur strategis ini dibangun dengan standar keamanan tinggi mengingat lokasinya berada di pesisir selatan yang memiliki karakter tanah berpasir dan risiko gempa lebih besar.
Jembatan sepanjang 2.300 meter dengan lebar rata-rata 24 meter tersebut menelan anggaran Rp863,72 miliar melalui APBN. Pembangunannya dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama kontraktor lokal Surya Group melalui skema kerja sama operasi (KSO). Sebelum diresmikan oleh Presiden RI, jembatan ini telah melalui tahap uji coba dan resmi dibuka penuh pada 10 Oktober 2025.
CEO Surya Group Holding Company, Haji Muhammad Suryo, mengatakan pembangunan Jembatan Kabanaran dirancang dengan standar keamanan ketat karena lokasinya berada di wilayah berpasir dan rawan pergerakan tanah. Keterlibatan kontraktor lokal, kata dia, menjadi keunggulan karena mereka memahami karakter geologi dan kebutuhan teknis di kawasan tersebut.
“Kontraktor lokal itu sangat berpengaruh. Dari sisi infrastruktur, material hingga SDM, mereka lebih memahami wilayah dan kebutuhan teknis dibandingkan kontraktor dari luar,” ujarnya.
Secara teknis, proyek ini menggunakan teknologi timbunan ringan mortar busa serta struktur Corrugated Steel Plate (CSP) pada bagian tengah jembatan. CSP dipilih karena lebih efisien, mudah dipasang, hemat biaya, dan mempercepat proses konstruksi dibandingkan struktur beton konvensional.
Selain itu, Jembatan Kabanaran dilengkapi sistem peredam energi yang dipasang di antara Pile Cap dan Pedestal. Teknologi ini meningkatkan fleksibilitas struktur dalam menyerap getaran sekaligus memperkuat ketahanan jembatan terhadap potensi guncangan gempa dan dinamika tanah.
Tidak hanya Jembatan Kabanaran, Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, yang mendampingi Presiden dalam peresmian menjelaskan bahwa pemerintah juga meresmikan sejumlah infrastruktur lain pada kesempatan yang sama. Di antaranya Underpass Joglo Surakarta, Underpass Gatot Subroto Medan, Jembatan Sungai Sambas Besar Kalimantan Barat, serta Flyover Canguk Magelang.
Total anggaran untuk seluruh proyek yang diresmikan mencapai Rp1,97 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 10.491 orang. Adapun total panjang konstruksi yang diresmikan mencapai 5 kilometer dan tersebar di empat provinsi.
“Infrastruktur jembatan, underpass, dan flyover ini merupakan representasi penguatan konektivitas nasional yang sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Dody.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuota transmigrasi Bantul 2026 turun drastis. Dari tiga KK pada tahun lalu, kini hanya satu KK yang mendapat kesempatan berangkat.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY. BMKG memastikan gempa akibat subduksi ini tidak berpotensi tsunami.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.