Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Suasana Jogja Museum Expo di Sleman City Hall, Senin (15/8). Pameran tersebut digelar 15-19 Agustus sejak pagi hingga malam./Harian Jogja-Abdul Hamied Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar Jogja Museum Expo di Sleman City Hall untuk memperingati Satu Dasawarsa Undang-Undang Keistimewaan DIY. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendekatkan museum kepada masyarakat.
Kepala Bidang Pemeliharaan dan pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Disbud DIY, Budi Husada, mengatakan objek koleksi museum-museum di DIY hadir sebagai upaya membangun citra museum yang positif dan konstruktif kepada masyarakat.
"Jogja Museum Expo ini menjadi ruang ekspresi dalam upaya peningkatan potensi museum yang berada di DIY. Tujuan utamanya kami ingin mendekatkan museum kepada masyarakat," kata Budi di sela kegiatan Pembukaan Jogja Museum Expo, Senin (15/8/2022).
Menurut Budi, Jogja Museum Expo menjadi bagian rangkaian Festival Museum Jogja. Kegiatan tersebut dihadirkan sebagai wadah silahturahmi dan bertukar informasi para pengelola museum di DIY. Disbud mengangkat tema 'Ujwalita', untuk merayakan keragaman dan menumbuhkan keistimewaan DIY.
BACA JUGA: Ini Tindak Lanjut Disdik Sleman Jika Temukan Kasus Covid-19 di Sekolah
Selama pameran berlangsung, Disbud mengisi kegiatan dan koleksi museum yang menggambarkan perjalanan sejarah DIY baik dari sisi budaya, perjuangan, termasuk pendidikan. Total pelaksanaannya diikuti oleh 37 museum di DIY. Pameran tersebut digelar 15-19 Agustus sejak pagi hingga malam.
"Ekspo ini diharapkan dapat mengobati kerinduan masyarakat terhadap museum di tengah pandemi Covid-19. Ini menjadi sarana promosi dan edukasi dengan menampilkan potensi museum kepada masyarakat," tandasnya.
Mewakili Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Kepala Disbud DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan pandemi Covid-19 yang melanda saat ini seperti kawah candradimuka yang menguji, mengajarkan, dan sekaligus mengasah diri.
"Pandemi memberikan beban yang berat kepada seluruh pengelola museum. Semua pilar kehidupan kita diuji. Ujian dan asahan menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Ujian pandemi ini juga memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri," katanya.
BACA JUGA: Jogja Dilanda Hujan di Tengah Kemarau, Ini Penjelasan BMKG
Untuk membangun citra museum yang positif dan konstruktif kepada masyarakat, katanya, Jogja Museum Expo merupakan aspek yang sangat vital sebagai bagian dari pengembangan museum. "Di DIY terdapat lebih dari 40 museum dan ini merupakan jumlah museum terbanyak kedua di Indonesia. Dari sisi masyarakat, kesadaran terhadap keberadaan museum semakin menuju arah yang positif," katanya.
Diakuinya, masyarakat mulai menyadari museum merupakan bagian dari pendidikan informal yang memiliki aspek penting dalam sistem pendidikan pada proses pembelajaran dan pembentukan karakter bangsa, khususnya generasi muda.
"Melalui Jogja Museum Expo 2022, museum dapat menuangkan ide kreatif agar dapat menarik kunjungan. Hal ini selaras dengan amanat Pasal 2 PP No.66/2015 tentang permuseuman sebagai sarana pengkajian, pendidikan dan kesenangan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.