Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi persawahan/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penetapan lahan sawah dilindungi (LSD) di beberapa titik kawasan perdagangan dan jasa, disinyalir membuat perkembangan investasi di Kulonprogo belum bisa tumbuh optimal. Pengubahan sejumlah lahan LSD menjadi kawasan peruntukkan investasi tengah diusulkan, sementara tanah pengganti LSD yang akan diubah pun juga dicari.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulonprogo Heriyanto menuturkan investasi di Kulonprogo terkendala dengan penetapan LSD oleh Kementerian Pertanian. Lahan yang sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah Kulonprogo untuk kawasan perdagangan dan jasa, sekarang diubah menjadi LSD.
BACA JUGA: Ditonton Ribuan Orang, Pembukaan Porda XVI dan Peparda III DIY 2022 Berlangsung Meriah
"Sehingga Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah [TKPRD] belum bisa menerbitkan rekomendasi tata ruang," kata dia beberapa waktu lalu.
Heriyanto menjelaskan sejumlah investor yang ingin masuk berasal dari beragam sektor. Ada yang berasal dari sektor kesehatan seperti rumah sakit, ada sektor garmen, sektor perhotelan hingga universitas. "Tetapi masih sebatas melakukan konsultasi," tuturnya.
Saat konsultasi, Heriyanto menuturkan lahan-lahan yang ditunjuk oleh para investor kebanyakan masuk dalam LSD. Saat ini pemerintah daerah masih melakukan verifikasi untuk mengusulkan pengubahan agar lahan LSD bisa digunakan sebagai kawasan investasi.
Heriyanto berharap usulan pengubahan LSD dapat keluar tahun ini. Pekerjaan rumah lainnya yang tengah menanti ialah mencari lahan pengganti LSD di lokasi lain. “Harus ada penggantinya,” ucap dia.
Kabid Penanaman Modal, DPMPTSP Kulonprogo, Francisco Sebastio Florindo Abrantes menerangkan hingga triwulan pertama 2022, realisasi investasi di Kulonprogo sudah lebih dari Rp191 miliar. Pada 2021, total realisasi investasi di Kulonprogo mencapai lebih dari Rp541 miliar.
Dalam kurun lima tahun terakhir, sejak 2017-2021, tercatat realisasi investasi Kulonprogo tertinggi terjadi pada 2019 yang mencapai lebih dari Rp4,8 triliun. Angka ini sedikit lebih besar dari realisasi investasi pada 2018 yang mencapai lebih dari Rp4,6 triliun. Dihantam pandemi, realisasi investasi anjlok pada 2020 dengan torehan angka sekitar Rp1,8 triliun dan 2021 yang hanya mencapai kurang lebih Rp541 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor