Rumah Eross Sheila On 7 Didatangi Kobra Jawa, Evakuasi Hanya 8 Menit
Damkar Sleman mengevakuasi ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah Eross Sheila On 7 di Ngaglik. Proses penanganan hanya delapan menit.
Ilustrasi persawahan/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penetapan lahan sawah dilindungi (LSD) di beberapa titik kawasan perdagangan dan jasa, disinyalir membuat perkembangan investasi di Kulonprogo belum bisa tumbuh optimal. Pengubahan sejumlah lahan LSD menjadi kawasan peruntukkan investasi tengah diusulkan, sementara tanah pengganti LSD yang akan diubah pun juga dicari.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulonprogo Heriyanto menuturkan investasi di Kulonprogo terkendala dengan penetapan LSD oleh Kementerian Pertanian. Lahan yang sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah Kulonprogo untuk kawasan perdagangan dan jasa, sekarang diubah menjadi LSD.
BACA JUGA: Ditonton Ribuan Orang, Pembukaan Porda XVI dan Peparda III DIY 2022 Berlangsung Meriah
"Sehingga Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah [TKPRD] belum bisa menerbitkan rekomendasi tata ruang," kata dia beberapa waktu lalu.
Heriyanto menjelaskan sejumlah investor yang ingin masuk berasal dari beragam sektor. Ada yang berasal dari sektor kesehatan seperti rumah sakit, ada sektor garmen, sektor perhotelan hingga universitas. "Tetapi masih sebatas melakukan konsultasi," tuturnya.
Saat konsultasi, Heriyanto menuturkan lahan-lahan yang ditunjuk oleh para investor kebanyakan masuk dalam LSD. Saat ini pemerintah daerah masih melakukan verifikasi untuk mengusulkan pengubahan agar lahan LSD bisa digunakan sebagai kawasan investasi.
Heriyanto berharap usulan pengubahan LSD dapat keluar tahun ini. Pekerjaan rumah lainnya yang tengah menanti ialah mencari lahan pengganti LSD di lokasi lain. “Harus ada penggantinya,” ucap dia.
Kabid Penanaman Modal, DPMPTSP Kulonprogo, Francisco Sebastio Florindo Abrantes menerangkan hingga triwulan pertama 2022, realisasi investasi di Kulonprogo sudah lebih dari Rp191 miliar. Pada 2021, total realisasi investasi di Kulonprogo mencapai lebih dari Rp541 miliar.
Dalam kurun lima tahun terakhir, sejak 2017-2021, tercatat realisasi investasi Kulonprogo tertinggi terjadi pada 2019 yang mencapai lebih dari Rp4,8 triliun. Angka ini sedikit lebih besar dari realisasi investasi pada 2018 yang mencapai lebih dari Rp4,6 triliun. Dihantam pandemi, realisasi investasi anjlok pada 2020 dengan torehan angka sekitar Rp1,8 triliun dan 2021 yang hanya mencapai kurang lebih Rp541 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Damkar Sleman mengevakuasi ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah Eross Sheila On 7 di Ngaglik. Proses penanganan hanya delapan menit.
Residivis berusia 65 tahun ditangkap setelah mencuri belasan sepeda di Sleman dan Bantul. Polisi menyita 14 sepeda serta menangkap penadah.
Rieke Diah Pitaloka mengusulkan tiga langkah memperkuat penerapan Pasal 3 UU Tipikor demi kepastian hukum, keadilan, dan kepercayaan publik.
PN Jakarta Selatan mengabulkan sebagian praperadilan Roy Suryo dan menyatakan penggeledahan, penangkapan, serta penahanannya tidak sah.
Banggar DPR memproyeksikan defisit APBN 2026 melebar menjadi Rp734,3 triliun atau 2,85% dari PDB, lebih tinggi dari target APBN.
Sepekan TPA Banyuroto menolak sampah organik, DLH Kulonprogo masih menemukan warga yang belum memilah sampah dan membuangnya ke depo pasar.