Pendamping PKH Bantul Dibebani Target Luluskan 24 KPM dari Bansos
Dinsos Bantul menargetkan setiap pendamping PKH meluluskan 24 KPM dari bansos pada 2026 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong perluasan program keluarga berencana (KB) untuk masyarakat di wilayahnya. Meski laju pertumbuhan penduduk di kota pelajar masih stabil, KB tetap penting.
Berdasarkan catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, pertumbuhan penduduk di wilayah ini berada di angka 0,98%, dengan jumlah penduduk di kisaran 435.936 jiwa atau 1,2 anak per kepala keluarga.
BACA JUGA: Jalan Kaki ke PN Sleman, Gugatan Pemilik RM Pak Parto atas Sengketa Lahan Mereka Ditolak
Angka itu tergolong stabil dibanding dengan rata-rata pertumbuhan penduduk nasional yang berada di angka 2%. Namun, laju pertumbuhan penduduk yang stabil ini rupanya tidak diikuti oleh ketercakupan kepesertaan KB pada pasangan subur. Sampai dengan Juli 2022, kepesertaan KB masih 53,63%.
"Angka kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi memang masih tinggi di Jogja, tetapi angka pertumbuhan penduduk rendah," kata Kepala DP3AP2KB Kota Jogja, Edy Muhammad, Rabu (31/8/2022).
Menurut Edy, hal ini disebabkan pasangan subur masih terpaku pada pola KB tradisional semacam senggama terputus (ejakulasi di luar) atau dengan cara kalender yakni dengan menghitung masa subur. Jawatannya saat ini tengah mendorong agar para pasangan usia subur lebih memilih program KB yang telah banyak tersedia untuk membangun kesadaran pengendalian penduduk.
"Saat ini jumlah pasangan usia subur ada di angka 37.971 pasangan dengan kebutuhan KB yang belum terpenuhi 24,12 persen. Sosialisasi terus kami gencarkan bahkan kepada pasangan yang baru menikah," ujarnya.
Sampai saat ini, ada 19.486 peserta KB aktif di Kota Jogja dengan jenis KB tertinggi adalah IUD 6.962, kondom 4.511, serta suntik 4.425. Sementara dilihat dari capaian per wilayah, kepesertaan KB tertinggi berada di Kecamatan Mergangsan dengan angka 65%.
BACA JUGA: Minta Jangan Ada Kekerasan Fisik di Jogja, Sultan: Mbok Pun Penggalih
Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi, mengungkapkan perluasan program KB bertujuan untuk membentuk ketahanan keluarga sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jogja 2017-2022. Menurutnya, RPJMD telah memuat serangkaian program yang arah kebijakannya bertumpu pada kualitas pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya.
"Salah satu strategi kami melalui peningkatan KB dan pembangunan ketahanan keluarga. Kepesertaan KB kita dorong agar diperluas supaya laju pertumbuhan penduduk serta angka kelahiran terkendali," ucap Sumadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Bantul menargetkan setiap pendamping PKH meluluskan 24 KPM dari bansos pada 2026 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari PT Blueray Cargo kepada oknum Ditjen Bea Cukai dengan memeriksa Iskandar HP Sitorus sebagai saksi.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Pelaku pencurian HP yang viral di Kasihan, Bantul, berhasil ditangkap polisi setelah rekaman CCTV dan informasi warga mengungkap identitasnya.
Pemkab Banyumas mengkaji pengadaan motor listrik untuk kepala desa dan penilik sekolah demi efisiensi operasional serta mendukung kendaraan ramah lingkungan.