DIY Alami Kemarau Basah, BMKG: Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi

Anisatul Umah
Anisatul Umah Rabu, 31 Agustus 2022 19:37 WIB
DIY Alami Kemarau Basah, BMKG: Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi

Foto ilustrasi./Antara

Harianjogja.com, SLEMAN — Hujan dengan intensitas sedang, ringan, hingga lebat terjadi di beberapa wilayah DIY. Padahal idealnya Agustus masih berada di masa kemarau. Namun karena ada fenomena La Nina maka musim kemarau yang terjadi cenderung basah.

Kepala Stasiun Meteorologi Klas II Yogyakarta, Warjono mengatakan potensi kemarau basah masih akan berlanjut sampai dua bulan ke depan, yakni di September dan Oktober.

"Masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan, sedang, bahkan lebat di beberapa wilayah DIY," ucapnya saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (31/8/2022).

BACA JUGA: Beberapa Sekolah Kekurangan Murid, Sleman Belum Punya Rencana Regrouping

Dia menjelaskan berdasarkan pantauan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di sebagian wilayah DIY, khususnya di Jogja bagian selatan. Kondisi ini disebabkan karena adanya perlambatan angin di sebelah selatan pulau Jawa.

Kemudian menyebabkan terbentuknya awan di wilayah DIY. "Sehingga ancaman terjadinya bencana hidrometeorologi masih berpotensi terjadi, informasi akan kami update apabila terjadi perubahan," lanjutnya.

Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA, Romadi mengatakan kondisi ini juga didukung kelembaban pada lapisan permukaan hingga ketinggian 500 mb. "Kondisi kelembaban di wilayah DIY relatif basah sehingga ikut mendukung terbentuknya awan di wilayah Yogyakarta," ucap dia. 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online