Pemuda Mabuk Bawa Celurit di Jalan Palagan Sleman Diamankan Polisi
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Ilustrasi./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO — Kasus Covid-19 di Kulonprogo masih terus bertambah. Itulah sebabnya, vaksinasi di Kulonprogo pun terus digenjot.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati menjelaskan perubahan situasi Covid-19 per 4 September mengalami penambahan lima kasus positif. Kelima kasus baru terdeteksi dari pemeriksaan PCR maupun antigen. "PCR ada tiga asal Lendah. Diagnosisnya dua kontak erat dan satu suspek," kata dia, Minggu (4/9/2022).
Sementara itu dari pemeriksaan antigen, diketahui dua kasus positif diagnosis suspect. Keduanya merupakan lansia yan tinggal di Kalibawang. Kelima kasus baru yang terdeteksi dari PCR maupun antigen saat ini menjalani isolasi mandiri.
Berdasarkan data hingga Sabtu (3/9/2022) total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Kulonprogo mencapai 29.758 kasus. Dari jumlah tersebut 540 dinyatakan meninggal dunia sementara 29 orang masih menjalani isolasi.
BACA JUGA: Janjinya Cuma Pinjam, Warga Banguntapan Bantul Malah Gadaikan Motor
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami menerangkan bila capaian vaksinasi satu dan dua Kulonprogo telah melampaui target nasional 70%. "Yang mungkin masih jadi PR adalah vaksinasi booster yang harapannya akhir tahun nanti 50 persen minimal, kami baru sekitar 30 persen," ujar dia.
Budi mengingatkan bahwa saat ini situasi Covid-19 masih berlangsung. Oleh karenanya vaksinnya masih perlu dilakukan, terlebih vaksinasi booster. "Jadi booster ini sangat perlu ya, karena pandemi belum berakhir. Lonjakan kasus walaupun ini satu dua tetapi dengan berjalannya waktu karena kekebalan itu berkurang, bisa saja nanti ini meningkat lagi," tandasnya.
Oleh karena itu, dengan situasi yang seperti ini Budi mengajak masyarakat tetap berminat tetap termotivasi untuk melakukan vaksinasi booster. Sentra vaksinasi akan diperbanyak hingga perbanyakan jadwal akan dilakukan untuk menggenjot capaian vaksinasi.
Selain di faskes, pos vaksinasi juga akan dibangun di luar faskes seperti di padukuhan, kalurahan atau pun di tempat-tempat favorit masyarakat. Untuk sasaran yang harus didatangi di rumah lantaran sebab-sebab tertentu, layanan vaksinasi pun siap dilakukan door to door.
"Kami akan kerja lintas semuanya berperan untuk menggerakan masyarakat, memberikan motivasi, memberikan KIE, mengamankan masyarakat bahwa booster itu penting," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 hadir di Jogja lewat workshop seni. Seniman muda diajak berkarya dan tembus panggung internasional.