Tak Boleh Jumawa, Lurah Terpilih Diminta Rangkul Semua Warga
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berjalan lancar. Lurah terpilih diminta tak jumawa dan merangkul seluruh warga demi kemajuan kalurahan.
Ilustrasi/Antara
Harianjogja, GUNUNGKIDUL—Gempa dengan magnitudo 5,3 mengguncang Gunungkidul, Kamis (8/9/2022) siang. Gempa yang berpusat di 301 kilometer (km) barat daya Gunungkidul ini tidak banyak dirasakan masyarakat.
Salah seorang warga Piyaman, Wonosari, Anjar Ardityo, mengaku mengetahui adanya gempa di Gunungkidul melalui media sosial. Secara pribadi ia mengaku tidak merasakan gempa ini. “Tahu-tahu saat buka smartphone ada laporan gempa, tapi saya tidak merasakannya,” kata Anjar, Kamis siang.
Hal yang sama diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2 DIY di Pantai Baron, Marjono. "Cuma dengar kabarnya, tapi kalau merasakan tidak,” katanya.
Dia pun memastikan kondisi di kawasan pesisir masih aman terkendali dan tidak ada laporan kerusakan akibat gempa di tengah laut ini. “Semua aman dan warga beraktivitas seperti biasanya,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan gempa terjadi sekitar pukul 14.01 WIB. Hal ini berdasarkan laporan dari BMKG terkait dengan aktivitas kegempaan yang ada. “Pusatnya berada di barat daya Gunungkidul dengan kedalaman 10 kilometer,” katanya.
Menurut dia, banyak warga yang tidak merasakan gempa. Ini karena pusat gempa berada di tengah laut. “Hingga sekarang juga belum ada laporan dampak dari gempa ini,” kata mantan Camat Purwosari ini.
BACA JUGA: BBM Naik, Upah Buruh Jogja Diminta Naik Minimal 25%
Purwono mengatakan Gunungkidul punya sejumlah alat untuk mendeteksi aktivitas kegempaan. Salah satunya berada di Kantor BPBD Gunungkidul. Alat ini berfungsi untuk mencatatat gempa yang terjadi di wilayah Gunungkidul yang dilaporkan ke BMKG secara realtime.
“Alat ini awalnya terpasang di area Bangsal Sewokoprojo, tapi setelah BPBD pindah ke gedung baru, sehingga dipindah. Pemindahannya juga belum lama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berjalan lancar. Lurah terpilih diminta tak jumawa dan merangkul seluruh warga demi kemajuan kalurahan.
Bedog Artsfest ke-16 di Sleman mengusung tema Ngerawat Rasa dengan menjadikan sungai sebagai ruang seni dan pesan kepedulian lingkungan.
KKP akan mencabut izin KM Maulana 23 setelah dugaan kekerasan terhadap ABK viral. Kapal membawa 28 ABK dan kini diamankan di Dobo.
Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja.
Ganjar Pranowo membagikan momen bertemu Anies Baswedan dan Fery Farhati di Jogja dengan suasana santai dan penuh guyonan.
PSS Sleman tak mengambil libur selama jeda internasional. Pieter Huistra menggenjot fisik pemain dan membenahi setiap lini.