Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ilustrasi/Antara
Harianjogja, GUNUNGKIDUL—Gempa dengan magnitudo 5,3 mengguncang Gunungkidul, Kamis (8/9/2022) siang. Gempa yang berpusat di 301 kilometer (km) barat daya Gunungkidul ini tidak banyak dirasakan masyarakat.
Salah seorang warga Piyaman, Wonosari, Anjar Ardityo, mengaku mengetahui adanya gempa di Gunungkidul melalui media sosial. Secara pribadi ia mengaku tidak merasakan gempa ini. “Tahu-tahu saat buka smartphone ada laporan gempa, tapi saya tidak merasakannya,” kata Anjar, Kamis siang.
Hal yang sama diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2 DIY di Pantai Baron, Marjono. "Cuma dengar kabarnya, tapi kalau merasakan tidak,” katanya.
Dia pun memastikan kondisi di kawasan pesisir masih aman terkendali dan tidak ada laporan kerusakan akibat gempa di tengah laut ini. “Semua aman dan warga beraktivitas seperti biasanya,” katanya.
Kepala BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan gempa terjadi sekitar pukul 14.01 WIB. Hal ini berdasarkan laporan dari BMKG terkait dengan aktivitas kegempaan yang ada. “Pusatnya berada di barat daya Gunungkidul dengan kedalaman 10 kilometer,” katanya.
Menurut dia, banyak warga yang tidak merasakan gempa. Ini karena pusat gempa berada di tengah laut. “Hingga sekarang juga belum ada laporan dampak dari gempa ini,” kata mantan Camat Purwosari ini.
BACA JUGA: BBM Naik, Upah Buruh Jogja Diminta Naik Minimal 25%
Purwono mengatakan Gunungkidul punya sejumlah alat untuk mendeteksi aktivitas kegempaan. Salah satunya berada di Kantor BPBD Gunungkidul. Alat ini berfungsi untuk mencatatat gempa yang terjadi di wilayah Gunungkidul yang dilaporkan ke BMKG secara realtime.
“Alat ini awalnya terpasang di area Bangsal Sewokoprojo, tapi setelah BPBD pindah ke gedung baru, sehingga dipindah. Pemindahannya juga belum lama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Kelurahan Giwangan melatih warga mengolah sampah organik dengan biopori jumbo untuk mendukung program Mas Jos Kota Jogja.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.