Momen Sri Sultan HB X dan Megawati Berbincang Akrab
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)
Penampilan tarian dari perwakilan pelajar dan mahasiswa asal Jawa Tengah membuka sarasehan budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY, Jumat (16/9/2022)./Harian Jogja
JOGJA—Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY menyelenggarakan sarasehan budaya dengan melibatkan Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah Indonesia (IKPMDI), Jumat (16/9/2022).
Kegiatan yang menjadi rangkaian Semarak Legenda Suku Se-Nusantara (Selendang Sutera) itu bertujuan memberikan wadah bagi pelajar dan mahasiswa luar daerah untuk mempererat persatuan.
Sekretaris Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY, Cahyo Widayat, mengatakan sebagai miniatur Indonesia, Jogja menjadi tempat bagi mahasiswa dan pelajar se-Indonesia dalam menimba ilmu. Pemda DIY merasa punya kewajiban untuk menggalakkan program budaya demi menjaga toleransi dan kerukunan tumbuh di kalangan pelajar dan mahasiswa.
"Ini sudah menjadi komitmen kami bahwa DIY sebagai tuan rumah bagi mahasiswa dan pelajar harus bisa memberikan bimbingan baik untuk proses kelancaran pendidikan maupun transfer edukasi dalam menjaga semangat persatuan dan kesatuan," kata Cahyo.
Menurutnya, ada banyak program yang dijalankan kepada mahasiswa dan pelajar oleh Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY. Sejalan dengan ketugasan, program-program itu berkaitan dengan ekspresi kebudayan dari masing-masing daerah yang ditampilkan oleh pelajar dan mahasiswa. Dengan begitu, keterlibatan dan keterbukaan antar pelajar dan mahasiswa akan terbangun demi memupuk semangat kerukunan antar etnis di wilayah Jogja.
"Semuanya bertujuan untuk mendekatkan mereka dari berbagai etnis, kalau mereka bisa memahami semoga saat selesai pendidikan dan pulang ke daerah asal nanti akan bawa pengaruh yang baik bahwa di DIY mereka banyak belajar soal persatuan dan kesatuan," ujar Cahyo.
Sarasehan kebudayaan yang diselenggarakan itu mengundang perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Polda DIY, serta Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY. Sejumlah narasumber memberikan pemaparan seputar kepemimpinan, tanggung jawab generasi muda serta upaya menumbuhkan toleransi di kalangan pemuda.
Ketua IKPMDI DIY, Asrizal Nilardin, menyebut ada sekitar 300.000 mahasiswa dan pelajar yang menimba ilmu dan tersebar di sejumlah kampus di Jogja. Menurutnya dengan wadah dan program semacam Selendang Sutera, pelajar dan mahasiswa lebih leluasa menampilkan serta mempromosikan kekayaan budaya masing-masing daerah kepada masyarakat sekitar.
"Dengan dinamika dan tantangan zaman yang semakin besar, tanpa dasar kebudayaan yang kuat dan mengakar kita tentu tidak akan bisa mencapai Indonesia emas dan maju, sehingga generasi muda harus benar-benar berbudaya sebagai modal pembangunan bangsa ke depan," kata Asrizal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Kehadiran BNI dalam acara ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan layanan perbankan digital yang mudah diakses sekaligus relevan.
Refleksi 20 tahun gempa Bantul, Bupati Abdul Halim Muslih dorong penambahan sistem peringatan dini dan inovasi mitigasi bencana untuk masa depan lebih tangguh.