2.000 Karateka Siap Berlaga di YOT 2026, Diikuti Kontingen 3 Negara
Sekitar 2.000 atlet dari 200 kontingen akan berlaga di YOT VI 2026 Piala Kemenpora RI di GOR UNY pada 28-30 Agustus.
Ilustrasi gedung sekolah yang rusak./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja merenovasi dua atap bangunan sekolah yang guna mencegah potensi ambruk saat musim penghujan. Dua atap gedung yang berada di SMPN 1 dan SMPN 14 tersebut dinilai sudah tidak laik akibat dimakan rayap.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Hasyim mengatakan sekolah diimbau rutin mengecek kondisi bangunan dan peralatan mitigasi bencana memasuki musim penghujan ini. Kondisi gedung yang tidak laik mesti diperhatikan untuk mencegah timbulnya korban saat hujan dan angin melanda.
"Harapan kami seperti itu, sekolah rutin melakukan pengecekan di semua sudut bangunan yang ada di sekolahnya. Jangan sampai nanti ada kejadian misalnya, ada kelas yang runtuh ambruk," kata Hasyim, Minggu (25/9/2022).
Menurutnya, petugas masih rutin berkoordinasi dengan sekolah dan mengecek kelaikan bangunan. Kondisi tembok, plafon, genting dan atap ruangan kelas yang rentan harus ditindaklanjuti dengan perbaikan.
"Tahun ini ada di SMPN 14 dan SMPN 1 ada perbaikan di bagian atap, kalau tembok masih aman. Kalau atap dimakan usia. Rayap mempercepat kerusakan kayu," ujarnya.
Hasyim menyebut anggaran perbaikan sarana dan prasarana gedung oleh sekolah negeri bisa memanfaatkan anggaran sekolah. Atau jika belum memungkinkan bisa berkoordinasi dengan Disdikpora untuk segera diperbaiki. Sampai saat ini secara umum bangunan gedung sekolah di Jogja dinilai masih aman digunakan di masa musim penghujan ini.
"Secara umum di SMP sejauh ini kondisi aman, ada beberapa tiang penyangga sudah harus diperbaiki," ungkapnya.
Di sisi lain, guna mengupayakan mitigasi bencana di lingkungan pendidikan beberapa sekolah di Jogja juga telah dibentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang berkolaborasi dengan BPBD Jogja. Warga sekolah dilatih perihal manajemen bencana dan kesadaran untuk melakukan mitigasi.
"Ini program yang bagus karena beberapa sekolah itu bangunan lahan tidak begitu memadai dan ketika terjadi kebakaran sulit untuk mobil pemadam masuk, maka perlu edukasi," kata dia.
BACA JUGA: Hanya Bayar Rp12.000 per Bulan, Warga Desa di Kulonprogo Bisa Nikmati Listrik Tanpa Batas
Hasyim menjelaskan di beberapa sekolah kini juga telah terpasang jalur evakuasi, titik kumpul jika terjadi bencana dan alat pemadam api ringan (APAR) yang bisa jadi panduan dan digunakan guru serta murid jika sewaktu-waktu terjadi bencana seperti kebakaran, banjir, angin, maupun gempa bumi.
Kepala SMPN 1 Jogja Niken Sasanti mengatakan sekolahnya merenovasi satu atap ruangan bangsal. Menurutnya antisipasi terhadap bangunan yang tidak lagi laik pakai terus dilakukan. Apalagi dengan masuknya musim penghujan yang kadang disertai dengan angin kencang sehingga perlu kewaspadaan yang optimal untuk mitigasi bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 2.000 atlet dari 200 kontingen akan berlaga di YOT VI 2026 Piala Kemenpora RI di GOR UNY pada 28-30 Agustus.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 30 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jangan mudah tergiur game cuan dan bonus besar. Simak 6 cara mengecek legalitas, keamanan data, bonus, reputasi, dan penarikan dana.
China melaju ke final AVC Continental 2026 setelah mengalahkan Iran 3-0. Tuan rumah akan menghadapi Thailand di partai puncak.
Sejarah pajak ternyata sudah ada sejak sekitar 3.000 SM di Mesir Kuno. Begini cara Firaun memungut pajak berdasarkan lahan dan hasil panen.
Ingin membeli HP bekas? Simak cara membandingkan prosesor Snapdragon, Dimensity, dan Exynos berdasarkan generasi, CPU, GPU, AI, hingga kondisi perangkat.