Lanjutan Perbaikan Jalan Rusak di Kawasan Industri Semin Mulai Dikerjakan
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Ilustrasi pelantikan pejabat di lingkup Pemkab Gunungkidul./Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Penataan pejabat yang dilakukan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dinilai belum efektif dan terlalu cepat.
Penempatan pejabat itu dinilai masih banyak yang belum sesuai dengan kemampuan masing-masing pegawai.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mengatakan, penataan pejabat dinilai terlalu sering sehingga optimalisasi kinerja belum dapat diwujudkan. Hal ini pun berpengaruh terhadap psikologi pegawai karena terlalu sering dipindah.
“Saya pun bingung bagaimana cara menilai kinerja kalau terus dipindah-pindah. Ini pun akan berpengaruh terhadap sistem penggajian yang dilakukan,” kata Suharno kepada wartawan, Minggu (25/9/2022).
BACA JUGA: Sanggar Lumbung Kawruh, Komunitas Tempat Berbagi Ilmu, Apa pun Itu
Menurut dia, permasalahan tidak hanya pada pelaksanaan penataan yang terlalu cepat. Meski begitu, sambung Suharno, juga ada masalah karena belum efektif yang sesuai dengan prinsip the right man on the right place.
Dia menilai proses masih memegang prinsip feodal dengan model asal bapak senang. Adapun partisipasi baperjakat dalam proses penataan belum dimaksimalkan. “Sudah banyak yang tahu ada eselon IV malah dipimpin oleh sesama eselon IV. Seharusnya ini tidak bisa dilakukan,” katanya.
Suharno menambahkan, penataan pejabat merupakan kewenangan bupati sepenuhnya. Meski demikian, ia berharap agar prosesnya dengan memanfaatkan tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
Menurut dia, keberadaan Baperjakat sangat penting karena mengetahui secara pasti tentang kemampuan keahlian dan komptensi kinerja yang dimiliki.
“Seharusnya bisa dioptimalkan peran baperjakat. Sebelum ditata, baperjakat melakukan kajian mulai dari kinerja hingga bidang keahlian yang dimiliki. Agar penempatan sesuai dengan kemampuan bidang yang dimiliki dan bukan asal-asalan saja,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta pada Sabtu (24/9/2022) melantik pejabat pimpinan tinggi pratama hasil lelang jabatan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Untuk posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, jabatan ini diserahkan kepada mantan Sekretaris Satpol PP Hary Sukmono; jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ditunjuk mantan Kepala Bidang Pembina Ketenagaan, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Kisworo.
Adapun satu lowongan untuk Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja diserahkan kepada mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air, DPUPRKP Gunungkidul Supartono.
Selain pelantikan pejabat eselon II, juga ada penataan pejabat yang melibatkan 63 pegawai dari eselon III dan IV.
Bupati Sunaryanta mengucapkan selamat dan meminta kepada para pejabat yang terpilih untuk segera beradaptasi di tempat baru sehingga dapat menunjang kinerja di masing-masing OPD.
“Harus segera beradaptasi di tempat kerja baru. Rotasi dan mutasi merupakan hal yang biasa untuk meningkatkan kinerja pelayanan yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
CKG Kota Jogja menemukan 60%-65% dari 23.000 lansia yang diperiksa terdeteksi hipertensi dan diabetes.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta 18 September 2026 dan disiapkan mendukung penanganan karhutla.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.